Enam Massa Aksi Tolak Omnibus Law di Makassar Jadi Tersangka

    Muhammad Syawaluddin - 11 Oktober 2020 18:41 WIB
    Enam Massa Aksi Tolak Omnibus Law di Makassar Jadi Tersangka
    ilustrasi Medcom.id
    Makassar: Sebanyak enam orang yang ditangkap dalam demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law di Makassar, Sulawesi Selatan, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga telah melakukan tindak pidana perusakan saat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 8 Oktober 2020.

    "Iya ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka," kata, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Baca: Dosen di Makassar Babak Belur Jadi Korban Salah Tangkap Saat Demo

    Dia menjelaskan enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah mereka yang diduga telah melakukan perusakan terhadap kantor Polsek Rappocini, di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Ke enam massa aksi tersebut ditangkap bersama dengan ratusan pengunjuk rasa lainnya usai bentrok dengan aparat kepolisian. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan beberapa pemeriksaan.

    "Enam orang ini sudah ditahan dan akan diproses lebih lanjut," jelasnya.

    Ibrahim juga menjelaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti lainnya. Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lanjutan di Mapolsek Rappocini untuk mencari keterangan lebih lanjut.

    Ke enam orang itu disangkakan dengan pasal 160 dan 214 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 170 Jo 406 dan 214 Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id