Kondisi Dosen UGM yang Tertembak di Intan Jaya Stabil

    Antara - 10 Oktober 2020 11:37 WIB
    Kondisi Dosen UGM yang Tertembak di Intan Jaya Stabil
    Ilustrasi. Medcom.id
    Timika: Kondisi anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya, yakni dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko dan Sersan Satu TNI Faisal Akbar yang tertembak pada Jumat, 9 Oktober 2020, stabil. Sehingga keduanya langsung dievakuasi ke Jakarta, pada Sabtu pagi, 10 Oktober 2020.

    "Kondisi para korban cukup stabil, sehingga tidak perlu diobservasi di RSMM Timika," kata Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo di Timika, Papua, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Dia menerangkan, kedua korban telah dievakuasi pada Sabtu pagi di Sugapa, Intan Jaya ke Timika menggunakan pesawat Caracal TNI AU. Setiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, kedua korban langsung dipindahkan ke pesawat Boeing 737 TNI AU untuk diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

    "Rencana awalnya salah satu korban atas nama Sersan Satu TNI Faisal Akbar akan dirawat di RSMM Timika. Akan tetapi, setelah sampai di Timika, dokter mengasesmen sehingga diputuskan dua korban langsung dibawa ke Jakarta sekitar pukul 08.28 WIT," jelasnya.

    Baca: Korban Penembakan di Intan Jaya Dievakuasi ke Jakarta

    Dia mengungkap, anggota TGPF lainnya masih berada di Sugapa untuk menyelidiki peristiwa penembakan terhadap tokoh agama di wilayah. Dia berharap tidak ada lagi kejadian serupa.

    "Mudah-mudahan selama proses itu tidak ada lagi gangguan sehingga mereka bisa menyelesaikan tugas-tugasnya," ungkapnya.

    Wakil Ketua TGPF, Sugeng Purnomo, mengatakan kedua korban terkena tembakan usai mendatangi tempat kejadian perkara di Intan Jaya, pada Jumat, 9 Oktober 2020. Dia memastikan kedua korban telah dievakuasi ke Jakarta.

    Baca: Intan Jaya Kondusif, Penembak Tim Pencari Fakta Diburu

    "Kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut," kata Sugeng Purnomo yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam.

    Bambang Purwoko yang merupakan dosen dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada diketahui berpengalaman meneliti di Papua dan pernah menjadi Ketua Pokja Papua UGM. Bambang mengalami luka tembak di bagian kaki, sedangkan Sersan Satu Faisal tertembak di bagian pinggang.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id