Pasien Covid-19 di RS Lapangan Surabaya Sisa 40 Orang

    Amaluddin - 08 April 2021 15:34 WIB
    Pasien Covid-19 di RS Lapangan Surabaya Sisa 40 Orang
    ilustrasi Medcom.id



    Surabaya: Jumlah pasien covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya, Jawa Timur, menurun drastis. Penurunan ini mulai terjadi sejak adanya program vaksinasi.

    "Sekarang hanya sisa 40 pasien yang dirawat dibandingkan pada November 2020. Karena waktu itu rata-rata di atas 300, sekarang rata-rata dibawah 50, kemarin sempat 32 pasien," kata Kepala RSLI Kota Surabaya, Laksma I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, dikonfirmasi, Kamis, 8 April 2021.






    Nalendra mengatakan, saat ini hanya ada 10 persen pasien dari total Bed Occupancy Rate (BOR) 400 pasien. Menurutnya, penurunan drastis ini salah satunya karena adanya vaksinasi covid-19.

    "Sekarang sungguh luar biasa, adanya vaksinasi khususnya terhadap tenaga kesehatan (nakes) sangat meringankan. Dampaknya luar biasa," ujarnya.

    Baca: 6.186 Tenaga Pendidik di Tangsel Telah Divaksinasi

    Nalendra menyebut, capaian itu cukup membanggakan, hasil dari kinerja para nakes beserta pihak terkait. Karena, kasus yang terjadi cenderung menurun dan angka kematian rendah.

    "Kami juga berterimakasih dan bersyukur, masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara benar dan ketat. Pekerjaan kita jauh lebih ringan, karena kasus covid terus menurun," katanya.

    Pada November 2020 hingga Februari 2021, Nalendra mengaku sempat kewalahan untuk menerima atau memindahkan pasien kasus covid-19. Sebab hampir seluruh rumah sakit (RS) rujukan covid-19 penuh.

    Baca: Vaksinasi Tenaga Pendidik di DKI Terus Ditambah

    "Mau tak mau, suka tak suka, pihak RSLI harus menangani para pasien. Terpaksa, kasus yang berat disaturasi (diberi bantuan oksigen), yang oksigennya dibawah 90 persen," ujarnya.

    Nalendra menegaskan, konsep yang dilakukannya dalam merawat pasien adalah bagaimana meningkatkan imunitas. Namun, pengawasan yang sangat ketat juga dilakukan para relawan.

    "Dengan begitu, pertolongan pertama pada pasien yang terjangkit covid-18 tidak sampai terlambat tertangani. Meskipun, proses penyembuhan pasien itu tidak singkat, yakni dalam jangka 10 sampai 14 hari," kata Nalendra.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id