Pedagang di Tegal Pilih Tutup Lapak saat Tes Swab Massal

    Kuntoro Tayubi - 18 November 2020 18:19 WIB
    Pedagang di Tegal Pilih Tutup Lapak saat Tes Swab Massal
    Sejumlah pedagang saat di swab massal di depan Pasar Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
    Tegal: Pemerintah Kabupaten Tegal melakukan tes swab massal di Pasar Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, setelah ada dua pedagang dinyatakan positif covid-19. Namun, banyak pedagang yang tidak berada di lapas saat tes usap berlangsung.

    "Dari 694 target yang akan dites swab, sampai jam 09.30 WIB yang sudah test swab baru sekitar 20 persen," kata Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Eko BP, Rabu, 18 Nopember 2020.

    Eko menuturkan, swab massal dilakukan sebagai upaya tracing untuk mencegah penyebaran covid-19. Lantaran ada dua pedagang di pasar tersebut yang terpapar virus korona.

    "Kami harus lebih mendalam lagi untuk tracing ini, untuk memastikan dari mana sumbernya atau riwayat perjalanan pedagang yang terkonfirmasi positif," ujarnya.

    Baca: Cerita Hendrar Prihadi Melawan Covid-19

    Eko menduga pedagang enggan ikut swab tes karena ada rumor tes swab sangat sakit. Selain itu, ada kabar bahwa setelah tes swab langsung dibawa ke rumah sakit.

    "Padahal itu tidak benar. Proses pengambilan sampel hanya geli-geli saja, dan tidak ada yang dibawa ke rumah sakit. Test swab ini untuk meminimalisir penyebaran virus corona di pasar," tutur Eko.

    Eko melanjutkan, setelah tes swab, jika hasilnya positif covid-19 dan dinyatakan sebagai klaster maka akan ditindak lanjuti. Sebaliknya, jika negatif, maka tes tidak dilanjukan.

    "Prinsipnya, para pedagang harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak, tetap memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun," imbaunya.

    Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Suradadi, Abdul Manan, mengatakan jumlah pedagang yang akan dilakukan tes swab tidak memenuhi target. Sebab, banyak pedagang yang cepat menutup losnya dan pulang setelah tahu akan ada tes swab massal.

    "Sangat disayangkan, padahal ini demi kebaikan bersama. Test swab massal ini adalah langkah tracing, setelah ada pedagang yang positif covid-19. Tapi kenyataanya, pedagang ketakukan," ujarnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id