comscore

Oknum Pimpinan Ponpes di Kulon Progo Terdakwa Pelecehan Seksual Dituntut 8 Tahun Penjara

Ahmad Mustaqim - 26 April 2022 20:25 WIB
Oknum Pimpinan Ponpes di Kulon Progo Terdakwa Pelecehan Seksual Dituntut 8 Tahun Penjara
Ilustrasi Medcom.id
Yogyakarta: Setelah menjalani sejumlah persidangan, terdakwa oknum pemuka agama pimpinan pondok pesantren pelaku pelecehan seksual, S, dituntut pidana delapan tahun. Selain itu, terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp50 juta. 

Tuntutan itu disampaikan pada persidangan di Pengadilan Negeri Wates, Kulon Progo, Selasa, 26 April 2022. Persidangan tersebut digelar daring. 
"Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun denda sebesar Rp50 juta subsider dua bulan kurungan penjara," kata Panitera Muda Hukum PN Wates, Danarso, di Yogyakarta, Selasa, 26 April 2022.

Danarso mengatakan terdakwa juga dituntut untuk membayar restitusi sebesar Rp16.645.000. Saat sidang, terdakwa mengikuti dari Rutan Wates. Sementara, jaksa penuntut umum mengikuti sidang dari Kejaksaan Negeri Kulon Progo. 

Baca: Oknum Kiai Ponpes di Kulon Progo Diduga Lecehkan Santrinya, Modus Minta Pijat

Ia menjelaskan jaksa menjerat terdakwa yang merupakan pimpinan salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sentolo itu dengan Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 76 E UU Nomor 36 Tahun 2014 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Setelah persidangan, majelis hakim menyampaikan penundaan sidang lanjutan hingga 10 Mei. 

"Agenda sidang berikutnya pledoi atau pembelaan dari terdakwa," kata dia. 

Danarso menyebut jeda waktu sekitar dua pekan itu menjadi kesempatan terdakwa melakukan persiapan pembelaan. Termasuk hal-hal lain apabila ada yang belum disampaikan di dalam persidangan..

Di sisi lain, ia menambahkan, sidang vonis akan digelar setelah sidang pembelaan terdakwa. Ia mengatakan sidang vonis menunggu konfirmasi dari majelis hakim.

Penasihat hukum terdakwa S, Muhammad Ulinnuha mengatakan akan menyiapkan materi sidang pembelaan. "(Materi) kami hanya menjawab tuntutan jaksa saja," ucapnya. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id