Klaster Covid-19 Pesantren di Cianjur Bertambah 7 Kasus

    Antara - 05 November 2020 16:01 WIB
    Klaster Covid-19 Pesantren di Cianjur Bertambah 7 Kasus
    Ilustrasi--Ratusan santri melaksanakan upacara dalam Peringatan Hari Santri Nasional di Pendopo Kabupaten Pasuruan. (Foto: MI/Abdus Syukur)
    Cianjur: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menemukan tujuh orang santri positif covid-19 di pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Karangtengah. Sehingga, jumlah santri yang positif berdasarkan hasil tes usap bertambah menjadi 44 orang, dari tiga ponpes yang terdapat di daerah itu.

    "Kami akan melakukan tes masif terhadap ratusan santri di ponpes tersebut setelah tujuh orang dinyatakan positif covid-19," kata juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal, Kamis, 5 November 2020.

    Ia memerinci, dari 44 orang santri tersebut, 35 orang santri berada di Kecamatan Cugenang, dua orang santri di Kecamatan Cipanas, dan tujuh orang santri di Kecamatan Karangtengah.

    Puluhan santri positif tersebut, kata dia, menjalani isolasi di asrama ponpesnya masing-masing, di bawah penanganan tim Gugus Tugas dan dari pusat layanan kesehatan setempat.

    Baca juga: Satu Pesantren di Cianjur Jadi Klaster Covid-19

    Pihaknya akan menggelar tes masif di sejumlah ponpes yang sudah menggelar proses belajar mengajar seperti biasa atau tatap muka, sebagai upaya deteksi dini dan upaya cepat memutus rantai penyebaran dengan melakukan penelusuran.

    "Untuk kasus di ponpes Karangtengah, tim Gugus Tugas langsung melakukan penelurusan dan melakukan tes cepat dan usap terhadap ratusan santri yang ada di ponpes tersebut. Kami lebih menggencarkan tes masif agar upaya penanganan cepat, deteksi dini, dan penangulangan dapat segera dilakukan," bebernya.

    Pihaknya mengimbau pengurus ponpes di Cianjur untuk lebih meningkatkan upaya memutus rantai penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan segera melapor ke Satgas Covid-19 jika mendapati santrinya mengalami gejala terinfeksi sehingga dapat langsung dilakukan tindakan.

    "Sebagian besar menjalani karantina di asrama ponpes. Untuk mencegah hal yang sama, kami akan jemput bola dengan cara melakukan tes masif di masing-masing ponpes yang sudah kembali menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka," imbuh dia.

    Sebelumnya, Dinkes Kabupaten Cianjur, menemukan klaster ponpes pertama di dua ponpes di Kecamatan Cugenang dan Cipanas, dengan total santri yang dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil tes usap sebanyak 37 orang dengan rincian 35 orang santri di Kecamatan Cugenang dan dua orang santri di Kecamatan Cipanas.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id