Pengungsi di Mamuju Kesulitan Dapatkan Tenda

    Antara - 14 Februari 2021 10:23 WIB
    Pengungsi di Mamuju Kesulitan Dapatkan Tenda
    Pengungsi masih bertahan di tenda darurat, karena khawatir gempa susulan dan permukimannya mengalami kerusakan, di Mamuju. (Foto: ANTARA/M Faisal Hanapi)
    Mamuju: Pengungsi terdampak gempa yang sudah bertahan tiga pekan di tenda darurat Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kesulitan mendapatkan tenda bantuan.

    "Bantuan logistik sudah mencukupi kebutuhan kami selama ini, namun sayangnya untuk kebutuhan tenda pengungsi masih kekurangan, dan masih butuh bantuan," kata Mahmud, pengungsi dari lingkungan Kasiwa, Kelurahan Binanga, Kota Mamuju, Sabtu, 13 Februari 2021.

    Ia mengatakan bersama 37 kepala keluarga (KK) yang merupakan sanak keluarga masih bertahan di tenda pengungsian, karena khawatir gempa susulan dan rumahnya mengalami kerusakan. Menurutnya bantuan tenda dari para relawan gempa masih kurang karena stok bantuan yang diberikan sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan para pengungsi

    "Saat ini musim hujan dan tentu pengungsi butuh banyak tenda untuk melindungi diri agar tidak kehujanan, sementara bantuan yang masuk terbatas karena pengungsi yang jumlahnya banyak terus butuh bantuan," sambung dia.

    Ia berharap, Pemerintah Provinsi Sulbar yang sampai saat ini belum memberikan bantuan tenda, dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tenda agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

    Baca juga: Tunggakan Insentif Nakes Mukomuko Capai Rp124 Juta

    "Kalau satu keluarga hanya memiliki satu tenda, pengungsi akan kedinginan di musim hujan, sehingga pengungsi butuh bantuan tenda tambahan, karena selain digunakan sebagai alas, tenda juga digunakan sebagai dinding," katanya lagi.

    Hal yang sama dikatakan, Rajab, pengungsi di wilayah ketinggian Kelurahan Karema, Kota Mamuju, tenda masih dibutuhkan pengungsi khususnya bagi mereka yang permukimannya di wilayah pantai roboh akibat gempa.

    Ia mengatakan, warga masih membutuhkan tenda untuk mengamankan diri dari hujan dan untuk menjaga kesehatan, sehingga pemerintah diminta membantu pengungsi.

    Juru bicara posko transisi penanggulangan bencana Pemerintah Provinsi Sulbar Muh Natsir mengakui Pemprov Sulbar masih membutuhkan akurasi data pengungsi untuk mendistribusikan bantuan tenda kepada pengungsi.

    "Masih diperlukan akurasi data pengungsi dan penyintas gempa, agar bantuan tenda ketika diberikan dapat tepat sasaran," imbuhnya.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id