Pekerja Perfilman di Yogyakarta Divaksin Bersama Guru dan Lansia

    Ahmad Mustaqim - 07 April 2021 18:35 WIB
    Pekerja Perfilman di Yogyakarta Divaksin Bersama Guru dan Lansia
    Suasana vaksinasi di JEC. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim



    Yogyakarta: Para pekerja perfilman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan vaksinasi covid-19 di Jogja Expo Centre (JEC) Rabu, 7 April 2021. Mereka divaksin bersamaan dengan guru dan lansia.

    Perwakilan pekerja perfilman, Hanung Bramantyo, telah meminta kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, agar kelompok pekerja perfilman segera mendapat akses vaksin.






    "Kami lakukan vaksinasi (pekerja perfilman) bersama guru dan lansia di JEC. Saat ini kami masih vaksinasi massal untuk lansia dan pelayan publik," kata Juru bicara Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, di JEC Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Rabu, 7 April 2021.

    Baca: Jatim Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

    Berty mengatakan Sri Sultan meminta vaksinasi pelayan publik dan lansia dipercepat. Meski pekerja perfilman ikut divaksin bersama, kata dia, kelompok tersebut diberikan secara khusus.

    "Per hari kapasitas (vaksinasi) 2500 orang. Pekerja perfilman dilakukan sesi kedua hari kedua," jelasnya.

    Berty menyebut ada lebih dari 1.000 pekerja perfilam yang divaksin. Selebihnya, ada 900 lansia guru dan 500an orang guru.

    "Pemberian vaksin dosis kedua juga akan dilakukan di JEC. Dijadwalkan 28 hari dari suntikan (dosis) pertama," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY ini.

    Sementara Hanung Bramantyo mengatakan di sudah meminta langsung ke Sri Sultan untuk memperoleh vaksin. Ia juga mengaku sudah menyampaikan hal serupa kepada Presiden Joko Widodo.

    "Saya sudah menyampaikan ke Presiden Jokowi saat di Bantul. Ada lebih dari 1.000 pekerja film di Jogja. Mulai dari kru, pemain, driver, hingga penjaga studio," ungkapnya.

    Hanung mengatakan ada 1.056 pekerja perfilman yang ikut divaksin. Jumlah itu termasuk istri, orang tua, hingga keluarga pekerja perfilman.

    "Saya tidak mau vaksinasi hanya untuk pekerja film tanpa melibatkan keluarga. Mumpung ini ada fasilitasi," ujar Hanung.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id