Belasan Orang Ditangkap Usai Demo Ricuh di Lampung

    Antara - 08 Oktober 2020 08:17 WIB
    Belasan Orang Ditangkap Usai Demo Ricuh di Lampung
    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, di Lampung, Rabu malam, 8 Oktober 2020. ANTARA/Dian Hadiyatna
    Bandar Lampung: Kepolisian Daerah Lampung menangkap 11 orang pascaaksi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh di halaman kantor DPRD setempat, Rabu, 8 Oktober 2020.

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan mereka berasal dari pelajar, mahasiswa, dan warga.

    "Jadi pada aksi damai ini memang tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan warga, tetapi ada juga pelajar yang ikut menyampaikan aspirasinya," kata Pandra, di Bandar Lampung, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Baca: Hendak Ikut Aksi, 24 Pelajar di Tangerang Ditangkap

    Pandra menjelaskan mereka ditangkap karena pihaknya mendapati orang-orang tersebut membawa batu, kayu, dan bahan bakar yang sudah disiapkan dalam kantong plastik saat melakukan aksi. "Untuk kesebelas orang yang diamankan ini, kami akan melakukan pemeriksaan secara intensif dalam 1x24 jam," jelasnya.

    Ia pun menyayangkan pelajar yang ikut di dalam aksi tersebut. Terkait dengan hal itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk dapat mengawasi siswanya.

    "Karena ini wilayah hukum Polresta Bandarlampung, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar dapat melakukan pengawasan kepada siswanya sehingga aksi yang berjalan damai ini tidak berubah menjadi anarkis," ungkapnya.

    26 Orang Luka Akibat Rusuh

    Pandra menyebut ada 26 orang mengalami luka-luka akibat aksi massa menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh di halaman kantor DPRD setempat.

    Korban luka-luka dari pihak polri berjumlah sebelas orang, TNI satu orang, dan 14 lainnya dari masyarakat atau mahasiswa yang melakukan demonstrasi.

    "Dari data yang kami dapat di tiga rumah sakit di Kota Bandar Lampung, yakni Bhayangkara, A. Dadi Tjockrodipo, dan Bumi Waras, baik anggota dan warga yang terluka ada 26 orang," bebernya.

    Menurutnya dari 26 orang yang mengalami luka-luka itu, 20 di antaranya sudah keluar dari rumah sakit dan enam lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

    Dia menegaskan bahwa kebanyakan korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit tersebut disebabkan terkena gas air mata dan terinjak-injak saat massa aksi terpecah belah.

    Massa aksi mulai ricuh akibat mereka menemui jalan buntu (deadlock) sehingga terjadi lemparan benda-benda ke arah anggota sehingga petugas menembakkan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa.

    "Artinya, polisi selalu mengedepankan proses-proses yang menyejukkan sebelum mengambil tindakan apalagi saat ini sedang dalam situasi pandemi covid-19, tentunya kami selalu mengimbau terlebih dahulu," ujarnya.

     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id