Evakuasi Korban Bencana Berbuah Temuan Ganja Kering

    Octavianus Dwi Sutrisno - 04 Januari 2020 06:00 WIB
    Evakuasi Korban Bencana Berbuah Temuan Ganja Kering
    Barang bukti ganja kering yang diamankan petugas ketika petugas tengah mengecek banjir di sebuah rumah milik Sadaan (44), Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. (Foto: Medcom.id/Octavianus)
    Depok: Puluhan kilogram ganja kering ditemukan petugas ketika tengah mengevakuasi korban bencana di wilayah Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. 

    Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah mengatakan sekitar 51 kilogram ganja kering disita petugas dari rumah seorang warga bernama Sadaan, 44, di Perum Bungur Indah RT 02 RW 01 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

    Narkoba jenis ganja itu ditemukan terbungkus rapi dan terbagi menjadi puluhan kemasan berwarna coklat dan tersimpan dalam karung. Diduga barang haram akan diedarkan dalam waktu dekat.

    "Temuan narkoba bermula saat personel kepolisian, TNI, dan masyarakat tengah memeriksa kondisi rumah yang terendam banjir. Ketika mengecek di salah satu rumah warga, ternyata ada benda mencurigakan berupa paketan besar ganja kering," Ucap Azis di Mapolres Metro Depok, Jumat, 3 Januari 2019.

    Atas temuan itu polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pemilik barang. "Saat ditangkap pelaku juga mengantongi narkoba jenis sabu di saku celananya, yang telah dibagi dalam paketan kecil dalam satu kantong plastik. Narkoba ini juga siap diedarkan," katanya. 

    Azis menuturkan dari hasil interogasi pelaku mengaku mendapatkan seluruh narkoba tersebut dari seseorang yang kini masih mendekam di Lapas Cipinang.

    "Jadi dia pesannya ke seorang narapidana di Lapas Cipinang, kemudian dari situ narkoba itu dikirim dari wilayah Sumatera. Namun keterangannya masih kami dalami lagi," tuturnya.

    Selanjutnya, Polres Metro Depok akan terus melakukan pendalaman terkait penemuan puluhan ganja tersebut. Terutama berkoordinasi dengan jajaran kepolisian guna mengusut dugaan keterlibatan narapidana dari balik jeruji besi.

    "Akan ditelusuri setidaknya akan kita sampaikan ke satuan regu atas untuk dikoordinasikan lebih dalam lagi untuk kasusnya," pungkasnya.

    Saat ini, Sadaan telah mendekam di penjara Mapolres Metro Depok. Atas perbuatannya, Sadaan terancam Pasal 114 ayat 5 th 2009 UU Narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup.

    "Pelaku berperan sebagai kurir, bisa juga jadi bandar melihat barang bukti yang diamankan sangat banyak," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id