Kota Bogor Hanya Punya Satu Pendeteksi Longsor

    Rizky Dewantara - 13 Desember 2019 20:02 WIB
    Kota Bogor Hanya Punya Satu Pendeteksi Longsor
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Bogor: Wilayah Kota Bogor, Jawa Barat merupakan daerah yang kerap dilanda bencana alam, khususnya tanah longsor. Mirisnya Kota Bogor hanya memiliki satu alat peringatan dini rawan longsor di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

    "Alat tersebut merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, kepada Medcom.id di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 13 Desember 2019.

    Juniarti menjelaskan Kota Bogor yang memiliki enam kecamatan dan 68 kelurahan dan seluruh wilayah dinyatakan rawan longsor. Keterbatasan alat pendeteksi rawan longsor di Kota Bogor disebabkan harganya yang mahal. Menurut Juniarti satu alat EWS bisa mencapai ratusan juta rupiah.

    "Atas dasar itu, pada 2020 mendatang, kami berencana menggandeng pakar teknologi dari Universitas Gadjah Mada untuk melakukan sosialisasi di wilayah kelurahan rawan bencana longsor yang belum memiliki EWS," jelas Juniarti.

    Juniarti mengungkapkan melalui kerjasama tersebut, pihaknya berharap masyarakat dapat membuat sistem peringatan dini yang sederhana dan tidak membutuhkan anggaran yang besar.

    "Setidaknya masyarakat bisa mengenal  ciri-ciri tanah longsor melalui alat sederhana yang akan diberikan oleh pakar teknologi tersebut. Jadi dengan biaya Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, masyarakat bisa buat  EWS sederhana," pungkas Juniarti.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id