Penyelundupan Sabu Seberat 81 Kg Jaringan Malaysia Dibongkar

    Antara - 17 Oktober 2021 21:56 WIB
    Penyelundupan Sabu Seberat 81 Kg Jaringan Malaysia Dibongkar
    Polda Riau melakukan jumpa pers terkait pengungkapan kasus 81 kilogram sabu dari jaringan internasional asal Malaysia. (ANTARA/HO-HUMAS POLDA Riau).



    Pekanbaru: Polda Riau menangkap pengedar narkotika berinisial AS, 52, dan HS, 47, dan menyita 81 kilogram sabu yang didatangkan dan dikendalikan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia.

    "Pelaku awal inisial AS ditangkap di sebuah rumah Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Minggu, 17 Oktober 2021.

     



    Penangkapan tersebut dilakukan oleh Subdit I Direktorat Resnarkoba Polda Riau yang dipimpin AKBP Kompol Hardian Pratama. Narkoba dikendalikan dari luar negeri.

    "Ini adalah jaringan internasional yang memasukkan barang dari Malaysia, dikendalikan oleh Agam, WNI Aceh yang berada di Malaysia. Jaringan AS, HS dan Agam ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang berada di Lapas Tangerang, bernama Abu," kata Agung.

    Menurut Agung, narkoba ini nantinya akan diedarkan di wilayah Kota Pekanbaru, Jambi, Sumatera Selatan atau Palembang, dan Jakarta.

    Pengungkapan itu berawal dari informasi yang diperoleh Subdit I Ditresnarkoba pada Jumat, 1 Oktober terkait adanya jaringan narkotika internasional.

    Baca: Petugas Lapas Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkotika Dalam Speaker Aktif

    "Jaringan itu masuk dari luar negeri dengan sasaran Aceh-Riau. Namun, narkoba itu terendus sedang berada di Kota Pekanbaru," katanya.

    Selanjutnya, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Hardian bersama tim langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya polisi menangkap seorang pria inisial AS yang dicurigai petugas sebagai pelaku peredaran narkotika.

    "Setelah AS diamankan, petugas menemukan percakapan melalui voice note menggunakan bahasa Aceh di handphonenya terkait transaksi narkotika," jelas Victor.

    Kemudian pada Selasa, 12 Oktober, tim menggeledah rumah kontrakan AS di Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Dalam rumah kontrakan itu polisi menemukan 32 bungkus sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

    "AS mengakui narkoba itu milik seseorang bernama Agam (warga asal Aceh) yang berada di Malaysia. Dari penangkapan AS, polisi langsung melakukan pengembangan. Kemudian, polisi kembali menangkap pelaku lainnya, yakni seorang wanita yang inisial HS," katanya.

    "Tim sempat kesulitan mencari HS karena handphone HS dimatikan. Namun akhirnya HS berhasil ditangkap di sebuah hotel di Simpang Tiga Bandara," ucap Agung.

    Kemudian polisi menginterogasi HS dan tim mendapati kunci rumah yang kemudian diakui dipergunakan menyimpan sabu. Polisi langsung melakukan penggeledahan sebuah rumah kontrakan di jalan Pasir Mas, Bina Widya Pekanbaru dan mendapatkan barang bukti sabu.

    "Para pelaku dijerat pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun," katanya.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id