Testing Pengaruhi Peningkatan Kasus Covid-19 di Tangsel

    Farhan Dwitama - 08 Juni 2021 22:23 WIB
    Testing Pengaruhi Peningkatan Kasus Covid-19 di Tangsel
    ilustrasi Medcom.id



    Tangerang: Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengakui ada peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada awal Juni atau pekan ketiga usai libur lebaran.

    "Ini memang efek pasca liburan, jadi pasca liburan ini ada kenaikan kasus bahkan Menkes sendiri memperkirakan lonjakan kasus puncaknya di akhir Juni," kata Kadis Kesehatan Kota Tangsel, Alin Hendarlin, saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Baca: ASN Kabupaten Jepara Kembali WFH

    Dengan adanya lonjakan kasus tersebut kata Alin, diikuti dengan tingkat keterisian tempat tidur yang mencapai 50 persen, dari total kapasitas tempat tidur yang disediakan.

    "Rumah sakit pun BOR (bad ocupancy rate) nya sekarang sudah diangka 50 persen lebih. Kemudian RLC juga naik 200 persen karena tadinya hanya 30 pasien sekarang sudah di angka 104," jelas Alin.

    Selain adanya libur lebaran, Alin mengklaim peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi yang menjalani perawatan di RS maupun Rumah Lawan Covid (RLC), karena peningkatan testing yang dilakukan Dinkes kota Tangsel.

    "Memang ada kenaikan kasus, efek dari satu liburan, kemudian kita juga terus melakukan testing sehingga kasus yang positif jadi terdeteksi," jelasnya.

    Dari data Dinkes Tangsel, Alin menyebutkan kenaikan kasus positif covid-19 di Tangsel mencapai 20 persen. Jika dibanding dengan data periode minggu sebelumnya.

    "Kenaikannya kalau dilihat dari data yang per minggunya, dari minggu lalu ke minggu ini itu, kasus aktif terjadi peningkatan 20 persen dalam satu minggu. Kita evaluasinya per minggu, minggu lalu dibandingkan minggu kemarin sampai periode 6 Juni terjadi peningkatan kasus aktif 20 persen," ungkapnya.

    Kemudian untuk kasus kematian masih stagnan pada angka 3,5 persen. Kasus kesembuhan turun di angka 0,3 persen dan keterisian tempat tidur juga naik.

    "Positifity rate kita lumayan sudah turun tadinya 5,3 jadi 5,0 persen. Mudah-mudahan minggu depan, kita bisa kejar sehingga bisa kurang dari 5 persen, karena standarnya itu memang kurang dari 5," jelas Alin.

    Meski begitu Alin mengaku telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan tempat tidur perawatan pasien covid-19 di Tangsel, jika terjadi peningkatan kasus lebih tajam lagi.

    "Kita masih tetap menyiapkan tempat tidur yang ada, plus rumah sakit Serpong Utara untuk antisipasi juga. Kemudian untuk RLC pun nanti bila terjadi lonjakan di zona dua itu, akan kita siapkan bisa operasional di zona satu," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id