Sidang Terdakwa Kasus Pencabulan Dosen Unej Digelar Tertutup

    Antara - 22 Juli 2021 06:24 WIB
    Sidang Terdakwa Kasus Pencabulan Dosen Unej Digelar Tertutup
    Ilustrasi: Pihak Kejari Jember mengecek persiapan sidang dengan videoconference saat pandemi pada tahun 2020. (ANTARA/ HO - Kejari Jember)



    Jember: Sidang perdana kasus pencabulan dengan terdakwa dosen Universitas Jember berinisial RH digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Rabu, 21 Juli 2021.

    "Memang benar hari ini jaksa penuntut umum (JPU) membacakan surat dakwaan atas kasus pencabulan anak di bawah umur dan sidang digelar secara tertutup," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto, melansir Antara, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Ia mengatakan, JPU yang membacakan surat dakwaan adalah Adik Sri Sumiarsih. Dia menerangkan,  sidang kasus pencabulan tersebut dilaksanakan secara tertutup karena korban adalah anak-anak di bawah umur.

    Sementara JPU Adik Sri Sumarsih saat dikonfirmasi mengatakan, sidang berlangsung lancar dan kondisi terdakwa dalam keadaan sehat karena majelis hakim sempat menanyakan kondisi terdakwa, kemudian terdakwa menjawab bisa mengikuti persidangan dan kondisi sehat.

    Baca: Dosen Universitas Jember Jadi Tersangka Cabul

    "Dalam surat dakwaan tersebut, terdakwa RH didakwa pasal pencabulan anak yang dilakukan oleh walinya, pencabulan terhadap anak dan kekerasan psikis dalam rumah tangga karena korban mengalami stres tingkat sedang," tuturnya.

    Dalam surat dakwaan itu, awalnya penyidik Polres Jember menjerat tersangka dengan kasus pencabulan dan pihak JPU Kejari Jember menambahkan juga UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    "JPU menambahkan UU KDRT mengingat korban stres dan trauma sesuai hasil surat psikiatri dari Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, namun kalau dalam visum et repertum tidak ada tanda-tanda kekerasan," katanya.

    Baca: Cabuli Santri Sendiri, Pimpinan Ponpes di Jombang Divonis 15 Tahun dan Denda Rp4 Miliar

    Sidang perdana kasus pencabulan dengan terdakwa dosen Universitas Jember tersebut digelar secara virtual. Terdakwa mengikuti persidangan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Jember, sedangkan majelis hakim dan jaksa hadir di PN Jember.

    Sebelumnya, polisi telah resmi menetapkan oknum dosen FISIP Unej berinisial RH sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja berusia 16 tahun yang juga keponakannya.

    Pihak Rektorat Universitas Jember akhirnya membebastugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Unej sejak 15 April 2021, sehingga sejak itulah ia tidak diberikan tugas untuk mengajar, membimbing, dan menguji.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id