Balai Pelestarian Yogyakarta Akan Ekskavasi Lokasi Temuan Arca

    Antara - 04 Februari 2020 10:31 WIB
    Balai Pelestarian Yogyakarta Akan Ekskavasi Lokasi Temuan Arca
    Perwujudan temuan arca di tanah kas Desa Widodomartani, Dusun Kalijeruk RT 01 RW 04 Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Sleman: Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana melakukan eskavasi di lokasi temuan arca dan puluhan batu candi di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

    "Rencana ekskavasi kami lakukan pertengahan tahun, menunggu datangnya kemarau. Karena jika ekskavasi saat musim hujan akan banyak kendala," ujar Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Muhamad Taufik, melansir Antara, 4 Februari 2020.

    Ia menjelaskan ekskavasi akan dilakukan untuk mencari data tambahan terkait penemuan dua arca dan batu-batu yang diduga merupakan bagian dari bangunan candi.

    "Ekskavasi merupakan salah satu metode untuk mengumpulkan data. Jadi kegiatan yang dilakukan para arkeolog untuk menentukan atau mencari data tentang sesuatu temuan," katanya.

    Menurut dia, ekskavasi salah satunya dilakukan dengan menggali kotak berukuran 2x2 meter dengan kedalaman sampai tujuh meter.

    "Nanti kami buat grid, ada sistem untuk menggali per 15 sentimeter. Tujuannya supaya saat menemukan benda,(diketahui) dia berada di tanah mana dan dari lapisan tanah itu bisa ditentukan berapa usia benda temuan," jelasnya.

    Ia menambahkan sebelum proses ekskavasi, tim akan berkomunikasi dengan pemilik tanah untuk meminta izin melakukan penggalian.

    "Proses ekskavasi nanti kami lakukan selama 10 hari. Kami sewa dulu tanahnya, namun kalau masyarakatnya boleh, merelakan, ya enggak masalah. Tapi kita ada anggaran untuk menyewa lahan, hanya 10 hari dan setelahnya kami kembalikan," lanjut dia.

    Lahan tempat penemuan batu dan arca di Desa Widodomartani, menurut dia, merupakan tanah kas desa. "Jika nantinya selama proses ekskavasi ditemukan hasil yang signifikan, tanah tersebut akan dibebaskan," imbuh Taufik.

    Taufik menduga di lokasi temuan arca dimungkinkan adanya bangunan candi. BPCB tidak menutup area tempat penemuan benda purbakala tersebut agar warga masih bisa melanjutkan pengerjaan kolam limbah.

    "Namun kami minta untuk melapor jika kembali menemukan benda mencurigakan. Pada galian kolam tidak ditemukan temuan lain selain kedua arca tersebut. Tapi justru di sisi timur kolam yang ditemukan struktur batu-batu penyusun yang kami duga bangunan, mungkin candi," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id