Ayah di Malang Perkosa Anak Kandung Selama 6 Tahun

    Daviq Umar Al Faruq - 29 Juni 2020 19:39 WIB
    Ayah di Malang Perkosa Anak Kandung Selama 6 Tahun
    Tersangka E, pencabulan terhadap anak kandung, di Malang. Foto: Daviq Umar Al Faruq
    Malang: Warga Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, berinisial E, 42, ditangkap Polresta Malang Kota, lantaran memperkosa anak kandungnya, IDF, 19. Pria yang berprofesi sopir angkutan kota (angkot) itu beraksi sejak 2014, saat anaknya masih berusia 13 tahun.

    Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka, aksi cabul itu hanya satu kali dilakukan. Namun berdasarkan keterangan korban, aksi tersebut telah dilakukan lebih dari satu kali.

    "Tersangka mengaku, ia tergoda oleh anaknya sendiri ketika saat-saat tertentu. Seperti ketika sang anak selesai mandi dan memijat dirinya. Ketika itu, hasratnya langsung muncul," katanya, Senin, 29 Juni 2020.

    Perbuatan bejat seorang ayah terhadap anaknya itu dilakukan di dalam rumah. Tersangka tinggal di rumah tersebut bersama IDF dan dua orang adiknya. Tersangka juga sudah bercerai dengan sang istri sejak delapan tahun lalu. 

    Baca: Pelajar Indonesia di Belanda Dicekik Rantai Sepeda Saat Diperkosa

    Azi menjelaskan, setelah melakukan perbuatan bejat itu, tersangka sempat mengancam IDF. Tak hanya itu, tersangka juga memberi uang saku sebesar Rp50 ribu kepada sang anak.

    "Dia mengancam anaknya. Kalau misalnya ia cerita ke orang lain, tersangka mengancam akan menyakiti anaknya," imbuhnya.

    Selang beberapa tahun, korban kemudian memberanikan diri untuk bercerita kepada ibu kandungnya, NI. Mendengar pengakuan dari korban, NI langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi pada 5 Mei 2020. 

    Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Atas perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara.

    Sementara itu, saat ini Polresta Malang Kota melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) memberikan trauma healing kepada korban yang merupakan anak kandung tersangka.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id