Tambang Liar di Bolmong Kembali Makan Korban

    Mulyadi Pontororing - 06 Maret 2019 07:26 WIB
    Tambang Liar di Bolmong Kembali Makan Korban
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Manado: Tambang liar di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, kembali memakan korban pada Selasa sore, 5 Maret 2019. Dua penambang di tambang emas liar Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan dilaporkan tewas.

    Kedua penambang masing-masing berinisial  SP, 38, dan AM, 40. Keduanya warga Desa Tungoi 1, Bolmong, dan diduga tewas lantaran menghirup zat berbahaya saat bekerja.

    Informasi diperoleh dari pihak kepolisian menyebutkan SP turun ke lubang galian emas berkedalaman sekitar 20 meter. Namun, korban mendadak jatuh sebelum sampai dasar tambang. Diduga korban menghirup zat berbahaya yang telah terkontaminasi di lokasi tambang sehingga terjatuh.

    Melihat SP terjatuh, AM yang juga merupakan rekan korban Sonti datang dan hendak membantu korban Sonti. Namun, AM bernasib sama karena jatuh ke dalam lubang setelah menghirup zat berbahaya yang ada di tambang.

    Pihak Polsek Lolayan yang mendapatkan informasi itu pun langsung menuju lokasi kejadian guna mengevakuasi kedua korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

    "Korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.00 Wita (Selasa, 5 Mare 2019) dengan bantuan masyarakat sekitar," kata Kanit Reskrim Polsek Lolayan Aiptu Fadly Pampaile.

    Kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit Kotamobagu untuk divisum demi kepentingan penyelidikan kasus ini.

    Baca: Tambang Liar di Bolmong Longsor, Puluhan Penambang Tertimbun

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id