Polda Papua Libatkan Tokoh Adat untuk Kembalikan Senjata Aparat

    Roylinus Ratumakin - 18 Mei 2020 09:51 WIB
    Polda Papua Libatkan Tokoh Adat untuk Kembalikan Senjata Aparat
    Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    Jayapura: Polda Papua melakukan upaya pendekatan persuasif bersama para tokoh adat dan tokoh masyarakat di Paniai, pascaperistiwa penganiayaan serta perampasan tiga pucuk senjata di Pos Polisi Kilometer 99 Ndeotadi, Paniai, Kabupaten Nabire, pada Jumat, 15 Mei 2020 lalu. Tokoh adat dminta bisa bekerja sama dengan aparat. 

    Pagi ini Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab bertolak ke Paniai.  ‘’Saya dan Pangdam pagi ini ke sana, tetapi sepakat minta bantuan tokoh lakukan pendekatan,’’ kata Waterpauw, Senin, 18 Mei 2020.

    Sebelumnya, Waterpauw mengatakan pendekatan kepada tokoh-tokoh di sana sebagai upaya awal pengembalian tiga pucuk senjata aparat yang dirampas orang tak dikenal. “Pendekatan kepada para tokoh-tokoh di sana sudah kami lakukan agar tiga senjata ini dapat dikembalikan. Kami imbau para tokoh masyarakat di sana bisa bekerjasama,” ujarnya.

    Waterpauw juga menegaskan, Polda Papua sedang melakukan pendalaman kasus ini. Pengembangan kronologis kejadian masih terus dilakukan, apakah dilakukan sengaja atau spontanitas oleh warga. 

    “Karena infonya ada empat anggota yang pengamanan dan tiga orang anggota ikuti rapat, selanjutnya satu anggota menjaga di situ. kita dalami apakah satu orang ini terlibat masalah dengan masyarakat sehingga terjadi hal ini, ya nanti kita lihat perkembangan,” jelasnya.

    Baca: OTK Serang Satu Anggota Polisi dan Rampas Empat Senjata Api

    Jika tak ada hasil dari upaya pendekatan melalui tokoh adat dan tokoh masyarakat, Waterpauw menyatakan terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang melakukan perampasan. Sementara mengenai  korban penganiayaan Briptu Christian, saat ini telah menjalani perawatan intensif.

    “Laporan terakhir kondisi sudah cukup stabil,” tuturnya. 

    Briptu Christian Paliling kritis setelah dianiaya sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di Pospol 99. Usai ditemukan kritis, Christian kemudian dievakuasi menggunakan Heli SAS Satria Air Service 81 ke Nabire untuk menjalani perawatan di RSUD Nabire. Dalam insiden tersebut, sekelompok OTK tersebut juga merampas senjata.

    Perampasan terjadi pada Jumat, 15 Mei 2020 sekitar pukul 20.00 WIT. Saat itu Briptu Christian sendiri di Pospol sementara tiga orang rekannya berada di luar mengikuti rapat dengan warga terkait persiapan sarpras Pospol.
     
    Briptu Christian mengalami luka bacok pada bagian leher, punggung, pelipis kepala bagian kanan dan kiri serta perut.
     
    Kata Waterpauw, OTK berhasil membawa kabur tiga pucuk senjata AK 47 1 pucuk AK China 1 pucuk dan SS-1 V1 2 pucuk, penyerangnya diduga kelompok KKB (kelompok Kriminal Bersenjata) kelompok Paniai dan Intan Jaya dipimpin Ton Tabuni.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id