Isolasi Mandiri Memicu Klaster Keluarga

    Media Indonesia.com - 17 September 2020 08:16 WIB
    Isolasi Mandiri Memicu Klaster Keluarga
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Purwokerto: Klaster keluarga mulai terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Satu keluarga berjumlah delapan anggota, seluruhnya positif covid-19.
    https://www.medcom.id/nasional/daerah/xkEYOrek-polda-aceh-tetapkan-manajer-pt-kai-sebagai-tersangka-korupsi
    Keluarga bersangkutan bermukim di Kelurahan Rejasari, Purwokerto Barat. Virus berawal dari sang ibu menulari suami, dan meluas kepada dua anaknya dan empat cucu. Sang ibu kemudian meninggal dunia.

    Bupati Banyumas Achmad Husein pun meminta masyarakat untuk mewaspadai klaster keluarga, terutama yang yang memiliki penyakit bawaan.

    “Anggota keluarga yang kormobid atau ada penyakit bawaan harus dijaga karena cukup berisiko,” ujarnya, Rabu, 16 September 2020.

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan Rumah Susun untuk Isolasi OTG

    Hingga kemarin kasus positif di Banyumas menimpa 367 orang, 301 sudah sembuh, sembilan meninggal, dan 57 dirawat.
     
     

    Sementara itu, untuk mencegah bertambahnya klaster keluarga, Pemprov Bangka Belitung melarang pasien positif covid-19 menjalani isolasi mandiri.

    Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan isolasi mandiri yang selama ini dijalani para pasien covid-19 tidak menjamin satu keluarga terbebas dari covid-19.

    “Kita perlu mengambil langkah-langkah dan kemungkinan tidak ada lagi isolasi mandiri,” terangnya.

    Baca juga: Polda Aceh Tetapkan Manajer PT KAI sebagai Tersangka Korupsi

    Pertimbangan melarang pasien positif covid-19 melakukan isolasi mandiri untuk mencegah terjadinya klaster keluarga. Pasien yang terkonfirmasi positif akan langsung menjalani isolasi di wisma yang telah ditentukan.

    "Jika menolak, ia akan dijemput Satgas Covid-19 bersama TNI/Polri. Tidak ada pengecualian. Positif langsung dibawa untuk isolasi di wisma,” tegas Erzaldi.

    Di Riau, perkembangan kasus positif terus meningkat. Hingga Selasa, 15 September 2020, terdapat penambahan 148 menjadi 4.054 kasus. Kepala Dinkes Riau Mimi Yuliani Nazir menyebut lonjakan kasus disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya terjadinya transmisi dari pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. (Lilik Darmawan)

    (MEL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id