Puing Helikopter MI-17 Milik TNI Ditemukan

    Antara - 10 Februari 2020 14:33 WIB
    Puing Helikopter MI-17 Milik TNI Ditemukan
    Ilustrasi, dua buah Hely Bell melakukan patroli. (ANT/FIQMAN SUNANDAR)
    Jayapura: Puing diduga helikopter MI-17 milik TNI ditemukan di kawasan Pegunungan Kowr, Bolom-Bolom, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Pencarian MI-17 dilanjutkan sejak Senin pagi, 10 Februari 2020, menggunakan helikopter sipil. 

    "Memang benar kepastian ditemukannya puing helikopter setelah Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, yang didampingi Komandan Korem 172/PWY Kolonel Infantri Binsar Sianipar, dan Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka, Senin, 10 Februari 2020, melihat langsung dari udara," kata Komandan Kodim 1715/Yahukimo, Letnan Kolonel Infantri Eko Budi, Senin, 10 Februari 2020, melansir Antara.

    Dia mengungkap pihaknya segera mengupayakan tim ke lokasi titik temuan puing MI-17 untuk melakukan evakuasi. Dia memastikan pengangkatan puing dilakukan pada Selasa, 12 Februari 2020. 

    "Akan dilakukan pada Selasa, 12 Februari Karena cuaca di wilayah itu sering berubah dan tidak bersahabat," imbuh Budi.

    Sementara itu, data yang dihimpun mengungkapkan lokasi helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA5138 itu berada pada posisi 04 derajat 38 menit 20,9 detik Lintang Selatan dan 140 derajat 17 menit 41,2 detik Bujur Timur. Helikopter berada di ketinggian 13 ribu kaki dari permukaan laut.

    Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak setelah 10 menit lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

    Helikopter tersebut sedang melakukan misi Pendorongan Logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, dengan membawa 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infantri 725/WRG. 

    Personel pengawak MI-17 adalah Kapten CPN Bambang sebagai flight engineer, Kapten CPN Aris sebagai pilot, Sersan Kepala Suriatna (T/I), Letnan Satu CPN Ahwar (kopilot), Prajurit Satu Asharul (mekanik), Prajurit Kepala Dwi Pur (mekanik), dan Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika).

    Kemudian anggota Batalion Infantri 725/WRG yang turut dalam penerbangan itu adalah Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), dengan anggota Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1//GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), dan Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4).





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id