comscore

BPBD Pastikan Persediaan Air Bersih Antisipasi Kekeringan di DIY

Antara - 15 Mei 2022 22:20 WIB
BPBD Pastikan Persediaan Air Bersih Antisipasi Kekeringan di DIY
Ilustrasi - Seorang warga mengambil air di saat bencana kekeringan. (ANTARA FOTO)
Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan ketersediaan air bersih di lima kabupaten/kota untuk mengantisipasi bencana kekeringan selama musim kemarau.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan BPBD, dinas PU, serta dinas sosial kabupaten/kota bakal menggelar rapat koordinasi pada Rabu, 18 Mei 2022, untuk memastikan ketersediaan air serta logistik lainnya mengantisipasi kekeringan.
"Untuk antisipasi saja supaya kejadian-kejadian kekurangan air bersih tidak sampai terjadi," kata dia, Minggu, 15 Mei 2022.

Menurut Lilik, sejumlah daerah di DIY setiap tahun memiliki potensi bencana kekeringan saat musim kemarau, di antaranya di Kecamatan Rongkop serta Tepus, Kabupaten Gunung Kidul; Dlingo, Kabupaten Bantul; Panjatan, Kabupaten Kulon Progo; serta Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Selama dua tahun terakhir, menurut dia, masing-masing kabupaten mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga saat musim kemarau.

Baca juga: Warga NTT Diminta Waspada Suhu Panas Musim Kemarau

"Kalau kami melihat selama dua tahun kemarin memang tidak ada permintaan pasokan air sampai ke provinsi," kata dia.

Meski demikian, Lilik berujar dalam rapat koordinasi mendatang BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM), serta Dinas Sosial DIY bakal membahas ketersediaan sumur bor, pipanisasi, hingga kesiapan pasokan air bersih.

"Untuk jangka pendeknya memang soal pasokan air bersih akan kami tanyakan ke Dinas Sosial," kata dia.

Selain memastikan kesiapan Pemda DIY, Lilik mengimbau seluruh warga yang tinggal di wilayah potensi kekeringan agar mampu memanen air hujan dengan membuat tandon atau penampung maupun sumur resapan.

Menurut dia, penyiapan tandon air bersih sejak dahulu telah menjadi kearifan lokal yang dimiliki masyarakat, khususnya di Kabupaten Gunung Kidul.

"Kearifan lokal masyarakat Gunung Kidul sebenarnya dari dulu sudah terbina dengan baik dengan cara memanen air hujan. Memanen air hujan dengan cara membuat tandon-tandon di rumah. Saat musim hujan tandon terisi kemudian saat musim kemarau bisa dimanfaatkan airnya," ujar Lilik.

Ia menambahkan berbagai persiapan perlu dilakukan sejak awal meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta belum menyampaikan peringatan dini mengenai potensi bencana kekeringan di DIY.

"Kalau potensi kekeringan BMKG belum menyampaikan, jadi kami hanya antisipasi saja," jelasnya.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id