comscore

21 Pelaku Penyelewengan Pupuk Subsidi di Jatim Ditangkap

Siti Yona Hukmana - 17 Mei 2022 16:24 WIB
21 Pelaku Penyelewengan Pupuk Subsidi di Jatim Ditangkap
Barang bukti pupuk subsidi yang diselewengkan. Foto: Polda Jatim.
Jakarta: Sebanyak 21 orang ditangkap Polda Jawa Timur (Jatim). Puluhan orang itu ditangkap akibat menjual pupuk bersubsidi dengan harga tinggi di beberapa wilayah di Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebut kasus itu terbongkar setelah pihaknya mencari informasi terkait dugaan penyalahgunaan penjualan pupuk bersubsidi di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Kegiatan itu dilakukan bersama Dinas Pertanian dan Perdagangan setempat. 
"Kita ketahui Jatim adalah salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, sehingga ketersediaan padi juga tergantung ketersediaan pupuk," kata Nico dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Mei 2022.

Nico mengatakan Polda Jatim melakukan penyelidikan dan pendalaman selama tiga bulan pada Januari-April 2022. Penyidik akhirnya membongkar kasus penyalahgunaan penjualan pupuk bersubsidi tersebut. 

"Kami dari Polda Jatim dan jajaran telah mengungkap 14 laporan polisi yang telah dibuat dengan tersangka sebanyak 21 orang, " ujar jenderal bintang dua itu.

Baca: Polisi Ungkap Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di 9 Daerah se-Jatim

Menurut dia, tiga kasus di antaranya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Ketiga kasus itu terjadi di sembilan Kabupaten, yakni Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang dan Lamongan. 

Modus operandi para tersangka, kata Nico, membeli pupuk bersubsidi lalu membongkar dan membungkusnya dengan kemasan baru. Lalu, mereka menjual pupuk tersebut dengan harga tinggi.

"Pemerintah telah menetapkan harga eceran Rp115 ribu. Namun, dengan diganti sak sehingga petani membeli dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp160 ribu sampai Rp200 ribu," beber Nico.

Modus lainnya, pelaku menjual dengan harga eceran tertinggi, namun terkadang petani tidak diperbolehkan membeli. Modus terakhir, mengelabui petugas dengan cara menjual pupuk di luar wilayah area. 

"Yang ditangkap oleh polda ini rencana yang akan dikirim ke Kalimantan Timur dengan kapal," ucap Nico.

Polda Jatim menyita barang bukti 279,45 ton pupuk. Polisi masih terus mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id