comscore

Warga Banjarnegara Diminta Waspadai Peningkatan Curah Hujan

Antara - 16 Januari 2022 17:40 WIB
Warga Banjarnegara Diminta Waspadai Peningkatan Curah Hujan
Plh. Bupati Banjarnegara Syamsudin. ANTARA/HO-Humas Pemkab Banjarnegara.
Purwokerto: Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengingatkan warganya mewaspadai peningkatan curah hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu bencana hidrometeorologi.

"Waspadai potensi hujan lebat dengan durasi yang panjang karena dikhawatirkan bisa memicu bencana longsor, angin kencang maupun banjir," kata Plh. Bupati Banjarnegara, Syamsudin, di Purwokerto, Minggu, 16 Januari 2022.
Baca: SD di Bengkulu Gelar KBM 100% Usai Vaksinasi Siswa

Dia mengatakan kondisi Banjarnegara yang rawan bencana mendorong semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga seluruh masyarakat di wilayah ini.

"Banjarnegara mempunyai risiko sedang sampai dengan tinggi kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama tanah longsor," jelasnya.

Dia mengatakan peningkatan curah hujan berpotensi terjadi pada puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi pada periode Januari-Februari 2022.

"Karena itu mengingat sejumlah desa di Banjarnegara merupakan wilayah rawan longsor sehingga masyarakat perlu tetap waspada dan siaga saat turun hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, terutama bagi mereka yang tinggal di area lereng atau perbukitan," ungkapnya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di wilayah ini untuk ikut berperan aktif dalam program pengurangan risiko atau mitigasi bencana dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kehati-hatian.

"Apabila terjadi tanda-tanda tanah longsor seperti adanya pohon yang miring, adanya rekahan tanah dan adanya air yang mengalir dari tebing dan berwarna keruh maka perlu waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman," ujarnya.

Sementara Koordinator Bencana Geologi Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman, Indra Permanajati, mengatakan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya termasuk curah hujan.

"Bencana ini meliputi bencana banjir, longsor, angin puting beliung, dan bencana lain karena kondisi cuaca dan peningkatan intensitas air saat musim hujan seperti sekarang ini," kata Indra.

 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id