comscore

5 Daerah di Jabar Rawan Tsunami dan Gempa, Paling Bahaya di Garut

Media Indonesia.com - 19 Januari 2022 11:15 WIB
5 Daerah di Jabar Rawan Tsunami dan Gempa, Paling Bahaya di Garut
Ilustrasi gempa. (Medcom.id)
Bandung: Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) menyatakan, terdapat 25 wilayah di Pulau Jawa yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami (tsunamigenik). Dari 25 wilayah tersebut, lima di antaranya ada di Jawa Barat (Jabar), yakni Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi, Cianjur, Garut dan Pangandaran.

"Kejadian gempa bumi di suatu tempat itu berulang, artinya jika suatu daerah pernah terlanda gempa bumi besar, maka suatu saat akan mengalami kembali. Namun waktunya kapan belum diketahui," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Deni Ramdhan di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 19 Januari 2022.
Dani menejelaskan, dari lima kabupaten rawan tsunamigenik itu, Kabupaten Garut memiliki probalitas tertinggi kejadian tsunami di pantai dengan tinggi lebih dari 3 meter dalam satu tahun.

Garut memiliki probabilitas tsunamigenik 4,9 persen. Kemudian disusul Cianjur 4,7 persen, Pangandaran 3,8 persen, Tasikmayala 3,7 persen dan Sukabumi 3,3 persen.

Baca: 3.078 Rumah Rusak Akibat Gempa Pandeglang Banten

"Gempa bumi dan tsunami tidak bisa diprediksi spesifik terkait waktu dan tempat kejadiannya, karena sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi seperti itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, di Jabar ada Sesar Lembang, Baribis dan Garut Selatan. Yang paling rawan, kata dia, daerah Garut karena ada Sesar Garsela ditambah kondisi topografi yang miring. Sehingga, jika ada gerakan sedikit bisa longsor. 

"Wilayah Garut memiliki indeks risiko bencana yang cukup tinggi di samping tanahnya yang labil, ada potensi gemba yang bisa memicu pergerakan tanah dan juga tsunami," lanjutnya.

Baca: Bencana Hidrometeorologi Ancam 4 Wilayah Selatan Jateng

Sedangkan Cianjur masuk rawan tsunamigenik karena berada di kawasan Sesar Baribis. Sementara tiga kabupaten lainnya berada di atas Sesar Cimandiri.

Dia menekankan, mitigasi bencana dan edukasi pada masyarakat adalah hal yang perlu dilakukan. Bangunan, kata dia, harus tahan gempa.

"Masyarakat juga harus mengetahui sikap ketika gempa terjadi," ucapnya.

Dia menuturkan, jika gempa terjadi saat di dalam ruangan agar langsung merunduk dan berlindung di bawah meja. Hal itu dilakukan untuk menghindari benda yang jatuh, sehingga tidak mengenai kepala.Setelah gempa berhenti baru keluar rumah, ke tempat terbuka. (AN)


(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id