comscore

Ini Alasan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Manado

MetroTV - 25 Januari 2022 00:03 WIB
Ini Alasan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Manado
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Metro TV
Manado: Polda Sulawesi Utara (Sulut) telah menaikkan kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap anak berusia 10 tahun di Manado ke tingkat penyidikan. Namun, kepolisian belum menetapkan tersangka karena masih membutuhkan keterangan dan alat bukti tambahan.

“Dalam menyikapi kasus ini, kami tetap berpegang teguh pada Pasal 184 KUHAP, di mana kami memerlukan alat bukti, keterangan ahli, dan sebagainya,” terang Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam tayangan Metro Hari Ini di Metro TV, Senin, 24 Januari 2022.
Untuk itu, lajut Jules, polisi masih terus bekerja sama dengan tim dokter, tim ahli, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulut. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberi titik terang soal kebenaran kasus asusila ini.

Jules membeberkan bahwa sampai saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Saksi tersebut berasal dari terduga pelaku, keluarga korban, dan tetangga korban. Selain itu, polisi juga sudah mengantongi bukti visum dari tim dokter.

“Menurut tim dokter, kemungkinan kekerasan seksual yang dialami CT sudah terjadi cukup lama. Sehingga, dokter tidak bisa memastikan kapan waktu tepatnya kejadian ini,” kata Jules.

Keabu-abuan inilah yang membuat polisi semakin mantap untuk lebih mendalami dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami CT sebelum menetapkan tersangka. Jules menegaskan, pihaknya tak akan gegabah dalam menentukan pelaku.

Sebelumnya, kasus kekerasan seksual terhadap bocah berusia 10 tahun di Manado ini mulai viral usai beredar video ibu korban yang meminta bantuan anggota DPR, Hilary Brigitta Lasut, agar kepolisian mau menindaklanjuti kasus ini. Dugaan ini dilaporkan ke polisi pada Selasa, 28 Desember 2021 silam.

Sayangnya, korban berinisal CT itu dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 24 Januari 2022. Tim dokter menyebut, penyebab kematian korban adalah kanker leukimia. (Nurisma Rahmatika)

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id