comscore

Lahan Relokasi di Lumajang Siap Dibangun Huntara

Daviq Umar Al Faruq - 23 Desember 2021 10:10 WIB
Lahan Relokasi di Lumajang Siap Dibangun Huntara
Pengungsi erupsi Gunung Semeru beribadah di posko pengungsian. Antara/Candra Budi Setya
Lumajang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, saat ini masih melakukan pembersihan atau land clearing lahan relokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Luasan lahan yang telah dibersihkan sejauh ini mencapai 25 hektare.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengatakan, proses land clearing antara lain dengan melakukan perataan dan penataan terhadap lahan relokasi. Setelah proses tersebut rampung, hunian sementara (huntara) dapat dibangun.
"Sekarang on progress dilakukan perataan dan penataan untuk dijadikan relokasi. Sekarang sudah 25 hektare yang sudah diratakan, target kami besok atau lusa sudah 40 hektare sehingga lahan tersebut bisa dimulai untuk pendirian hunian sementara," katanya, Kamis, 23 Desember 2021. 

Percepatan pembangunan huntara dilakukan Pemkab Lumajang bersama Satuan Tugas (Satgas) Semeru yang dipimpin oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Subekti. Percepatan dilakukan agar pengungsi dapat segera menempati hunian dan kembali hidup normal pascaerupsi Gunung Semeru.

Baca juga: Puncak Arus Kendaraan Natal dan Tahun Baru via Tol Diprediksi Besok

"Kami ingin secepatnya masyarakat pindah ke hunian sementara yang akan dibangun," ujar Thoriq.

Sementara terkait pembangunan hunian tetap, Thoriq mengaku akan dilakukan di lokasi yang sama. Pembangunan hunian tetap akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui BNPB.

"Sekarang on progress pemutakhiran data agar nantinya data yang kami kirim tidak ada kekeliruan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Nomor 1256/MENLHK/ SETJEN/ PLA:/12/2021 terkait lahan Perhutani yang digunakan untuk relokasi masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, Rabu 15 Desember 2021. SK tersebut menjadi langkah awal dimulainya relokasi rumah masyarakat terdampak.

Berdasarkan SK tersebut, lahan milik Perhutani yang akan digunakan sebagai lokakasi relokasi yakni seluas 90,98 hektare. Lokasi relokasi diputuskan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro seluas 79,6 hektare dan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo kurang lebih 8 hektare.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id