comscore

Bayi Gajah di Aceh Ditemukan Mati

Fajri Fatmawati - 23 Februari 2022 15:45 WIB
Bayi Gajah di Aceh Ditemukan Mati
Bayi Gajah Sumatera atau (Elephas Maximus Sumatranus) liar mati di alur sungai dalam kawasan Gampong Cot Seutui, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh. Foto: Dokumentasi BKSDA Aceh.
Pidie: Tim CRU Mila menemukan satu bayi Gajah Sumatra atau Elephas Maximus Sumatranus liar mati di alur sungai dalam kawasan Gampong Cot Seutui, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh. Bayi gajah itu diduga baru dilahirkan.

“Menemukan bangkai satu individu bayi gajah liar yang baru dilahirkan di dekat alur sungai,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, Rabu, 23 Februari 2022.
Penemuan berawal saat TIM CRU Mila sedang patroli mitigasi konflik gajah liar di wilayah sekitar Gampong Cot Seutui. Tiba-tiba, tim menemukan ada bangkai bayi gajah di aliran sungai, sekitar pukul 13.00 WIB, 

Tim kemudian melakukan pemeriksaan serta pengecekan bangkai bayi gajah berjenis kelamin betina itu untuk mengetahui penyebab kematian. Hasilnya, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan fisik.

Selain itu, tidak ditemukan adanya benda-benda mencurigakan di sekitar tempat kejadian perkara. Diduga bayi gajah mati karena sesaat.

"Diduga tersesat setelah dilahirkan oleh induknya yang terlihat dari sisa ari-ari di sekitar bangkai bayi gajah liar tersebut,” jelas Agus.

Usai memastikan bayi gajah mati secara alami, tim langsung mengubur di lokasi temuan setelah berdiskusi dengan muspika serta masyarakat setempat. 

Baca: Akses Jalan Nasional Hutan Lindung Nagan Raya Aceh Terputus Longsor

“Untuk menghindari bau yang ditimbulkan dan kemungkinan adanya penyebaran penyakit mengingat posisi bangkai bayi gajah tersebut di alur sungai,” jelasnya.

Gajah Sumatra salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra ini berstatus critically endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar. BKSDA Aceh menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar Gajah Sumatra.

"Caranya dengan tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati," jelas dia.

Masyarakat juga diminta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Hal ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Di samping itu, beberapa aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya Gajah Sumatra dengan manusia, yang dapat berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut," ungkapnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id