Terbukti Menipu, Yusuf Hasyim Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

    Al Abrar - 17 April 2021 18:17 WIB
    Terbukti Menipu, Yusuf Hasyim Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara
    ilustrasi. Medcom.id



    Pekanbaru: Direktur PT Sumatera Tani Mandiri (STM) M Yusuf Hasyim divonis dua tahun delapan bulan penjara. Yusuf Hasyim terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana penipuan dan penggelapan.  

    “Majelis Hakim menetapkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara kepada terdakwa Yusuf Hasyim,” ujar Kuasa hukum pelapor, Irawan Santoso, Sabtu, 17 April 2021. 






    Irawan mengatakan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Tommy Manik dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Yusuf Hasyim secara bersama-sama terbukti melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp4,1 miliar dengan dalih investasi singkong di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau.

    Selain itu, dalam fakta persidangan juga terungkap bahwa Yusuf Hasyim mengakui bahwa uang tersebut dia gunakan untuk kepentingannya sendiri. Bukan digunakan untuk kepentingan investasi singkong sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya.

    Kasus penipuan dan penggelapan oleh terdakwa Yusuf bermula pada Desember 2019 lalu. Saat itu, Yusuf menawarkan investasi singkong racun kepada puluhan investor dengan nilai mencapai puluhan miliar. Namun dalam perjalanan, apa yang dijanjikan dalam investasi tersebut tak sesuai dengan kesepakatan. 
     
    Baca: Polda Riau Tangkap Buron Penipuan Investasi Singkong Bodong

    Yusuf selaku Dirut PT STM menggaet investor untuk investasi singkong racun jenis cassestart dan jenis BW1. Tak hanya itu, PT STM juga mengeklaim memiliki mandat pengelolaan lahan di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau seluas 500 hektare untuk ditanami singkong dan aren.
     
    Namun, lahan itu ternyata izin konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) yang izinnya dipegang PT Arara Abadi. PT STM sendiri menjalin kerja sama dengan masyarakat Desa Kesuma.
     
    Dengan bermodal perjanjian kerja sama dengan masyarakat itu, pihak PT STM malah menggaet investor lain dan membujuk rayu kliennya. Alhasil dikucurkan uang senilai miliaran rupiah ke rekening PT STM untuk investasi pada Januari 2020.

    Namun seiringnya waktu berjalan, ternyata singkong yang dijanjikan tak kunjung ditanam. Uang pun sempat diminta dikembalikan, tapi tak kunjung dibayar. Alhasil kasus ini ditenggarai sebagai penipuan bermodus investasi, yang kemudian ditindaklanjuti Polda Riau.
     
    Selain di Riau, Yusuf pernah dilaporkan ke Polda Kalimantan Tengah terkait penipuan investasi singkong tahun 2004. Yusuf dilaporkan oleh sejumlah korban penipuan ke Polda Kalteng dengan nomor LP/L/19/I/2014/SPKT tanggal 22 Januari 2014 oleh Suparno dan sejumlah pengusaha Palangkaraya lainnya.

    Majelis Hakim PN Pekanbaru menyatakan dengan amar putusannya bahwa perbuatan Yusuf Hasyim ini dilakukan secara bersama-sama oleh rekan sejawatnya dalam manejemen PT STM.

    “Kasus ini akan terus berkembang, karena pihak-pihak yang turut serta dan turut membantu Yusuf Hasyim dalam melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini akan terus diusut,” kata Irawan.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id