Khofifah Ingin TPA Jabon Sidoarjo Jadi Pengolahan Sampah Modern

    Amaluddin - 18 Maret 2021 15:27 WIB
    Khofifah Ingin TPA Jabon Sidoarjo Jadi Pengolahan Sampah Modern
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninja TPA Jabon, Kabupaten Sidoarjo. (Dok: Humas Pemprov Jatim)



    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan jadikan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jabon di Sidoarjo, sebagai pengolahan sampah modern. Modernisasi tersebut, kata Khofifah, bisa memberikan multiplier effect yang menghasilkan pendapatan baru bagi masyarakat di Sidoarjo.

    “Yang dibutuhkan saat ini adalah modernisasi pengolahan sampah untuk menghasilkan end product yang variatif. Harapannya ini bisa menghasillan sumber income baru bagi masyarakat di Sidoarjo," kata Khofifah, di Surabaya, Kamis, 18 Maret 2021.

     



    Khofifah mengatakan modernisasi pengolahan sampah salah satunya bisa dilakukan dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Jika ada pengembangan PLTSa, kata Khofifah, maka nantinya akan ada energi yang bisa dihasilkan dari PLTSa tersebut. 

    "Sehingga nantinya power plant mungkin bisa dibuat di TPA Jabon. Kemungkinan dua tahun ke depan bisa dipakai PLTSa. Kalau nanti ada PLTSa di sini, bisa mengurangi penggunaan landfill di sini," katanya.

    Selain PLTSa, lanjut Khofifah, modernisasi pengolahan sampah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan aroma sampah, sehingga end product TPA tidak beraroma. Dengan demikian TPA Jabon nantinya bisa dijadikan wisata edukatif untuk anak-anak di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

    “Melalui wisata edukatif ini bisa mengajak mereka mengenal pola hidup bersih dan sehat, sehingga mereka terkonfirmasi ada modernisasi teknologi pengolahan sampah. Sampah yang tidak beraroma itu akan menjadi hal baru yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan siswa," ujarnya. 

    Baca: Berlatih di Gunung Bromo, Teroris Jamaah Islamiyah Jatim Incar Polri

    Tak hanya itu, Khofifah juga mengapresiasi ruang composting yang dimiliki TPA Jabon. Ini diharapkan menghasilkan kompos yang kemudian bisa diolah menjadi pupuk organik, sehingga bisa digunakan untuk sektor pertanian di Sidoarjo dan sekitarnya. 

    "Pupuk organik itu menjadi kebutuhan hari ini karena bisa memberikan harapan untuk mendapatkan support yang lebih sehat bagi sektor pertanian kita," katanya. 

    Rencananya, kata Khofifah, TPA Jabon Sidoarjo akan diresmikan bulan Maret ini. Khofifah juga menyampaikan apresiasi pada Kementrian PUPR karena telah menyiapkan empat titik TPA di Jatim. Selain TPA Jabon Sidoarjo, juga TPA di Malang, Jombang dan Tuban. 

    "Jadi kemarin kita sudah meninjau di TPA Malang dimana sudah siap operasi, dan sekarang yang di TPA Jabon juga sudah siap operasi. Insyaalah akhir tahun ini TPA Jombang  sudah bisa diresmikan, dan TPA di Tuban masih dalam proses lelang," kata Khofifah. 

    Untuk diketahui, TPA Jabon Sidoarjo merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR dengan pemerintah Jerman. Dengan sistem multiyears contract mulai dari tahun 2018 dan berakhir pada Desember 2020. 

    TPA Jabon Sidoarjo ini sendiri menggunakan sistem sanitary landfill dengan luas mencapai 5,8 hektar. Kapasitas pengolahan sampahnya mencapai 450 ton per hari, dengan perkiraan umur sekitar 5-7 tahun. 

    Sedangkan untuk area pengolahan sampahnya dibagi dalam dua jenis. Yang pertama yakni Composting, dikhususkan untuk sampah hijau yang diolah menjadi pupuk kompos, seperti sampah bekas sayur dan sebagainya. Dimana, kapasitas kompostingnya bisa 35 ton per hari dan hasil ahir komposnya sekira 15 ton perhari.

    Kemudian bagian shorting, yang berfungsi untuk memilah sampah plastik. Ada juga Leachete yang berfungsi memfilter air lindi, atau air sampah untuk diolah agar baku mutunya terkontrol dan air bisa dibuang ke sungai.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id