Bawa Batu dan Miras saat Demo, 21 Remaja di Riau Ditangkap

    Media Indonesia.com - 13 Oktober 2020 11:52 WIB
    Bawa Batu dan Miras saat Demo, 21 Remaja di Riau Ditangkap
    Polda Riau menggelar barang bukti batu dan miras serta tersangka Guntur pelaku pengrusakan mobil poisi. MI/Rudi Kurniawansyah
    Riau: Polda Riau menangkap 21 remaja yang membawa batu dan minuman keras saat aksi UU Cipta Kerja pada 8-9 Oktober 2020, di DPRD Riau. Mereka yang ditangkap masih berusia 15 hingga 18 tahun.

    "Adik-adik di bawah umur seperti Adit 15, Yahya, 16, dan lainnya membawa batu dan minuman keras di dalam tasnya. Total ada 21 orang yang diamankan dan telah kami kembalikan ke orang tuanya," kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, di Pekanbaru, Riau, Selasa, 13 Oktober 2020. 

    Agung menjelaskan, sebanyak 21 orang itu mengikuti aksi mahasiswa dengan membawa batu dan minuman keras di dalam tasnya. Polisi menangkap mereka, dan memberikan teguram keras sebelum dikembalikan ke orang tua. 

    "Kami meminta orang tua menjaga anaknya agar bisa diawasi karena itu (membawa batu dan minuman keras) bukan budaya melayu," jelas Agung.

    Selain itu, Polda Riau juga menangkap Guntur yang diduga kuat pelaku perusakan mobil Polantas. Guntur pun diduga sebagai penyusup dengan memakai jaket almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) saat unjuk rasa UU Cipta Kerja di Pekanbaru pada Kamis, 8 Oktober 2020.

    Baca: Pengamat: Waspadai Penunggang Gelap Demo UU Ciptaker

    "Guntur bersama empat rekannya pada Rabu malam, 7 Oktober sebelum hari H aksi sudah berkumpul di rumahnya. Mereka merencanakan dan mencari jaket almamater mahasiswa untuk bisa menyusup," ungkap Kapolda.

    Agung menjelaskan, pada awalnya demo mahasiswa berjalan dengan baik. Namun unjuk rasa menjadi kurang terkoordinir saat penunjukkan perwakilan mahasiswa untuk melakukan pertemuan dengan DPRD Riau. 

    "Mereka sepertinya demo yang tidak terkoordinir dengan baik. Apalagi anggota DPRD pada saat itu juga tidak lengkap. Yang kami tahu dari Guntur ini, ia telah mengikuti ketika rombongan demo sedang menuju ke DPRD," ujar Kapolda.

    Kapolda menambahkan, ketika komunikasi perwakilan mahasiswa dengan DPRD Riau mulai tidak baik dan kondisi mulai tegang. Tersangka Guntur ikut rombongan mahasiswa yang akan membubarkan diri 

    "Dari rekaman CCTV tampak rombongan melihat ada mobil patroli Polantas yang parkir di depan Hotel Tjokro. Guntur pertama memulai menendang merusak mobil. Dia menjadi pemantik," terangnya.

    Sementara itu, pihaknya belum menerima laporan dari pihak Unilak perulah penggunaan jaket almamater oleh bukan mahasiswa. Dia mengaku, pihak Unilak telah menelepon dan berterima kasih telah membuktikan pelaku perusakan bukan mahasiswa Unilak. 

    "Saya belum bisa menyimpulkan ditunggangi. Beri kami waktu mendalaminya. Tetapi dari fakta ini ada sesuatu yang disiapkan. Dia sudah menutupi diri dengan identitas palsu dan menyusup," tukasnya.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id