37.500 Orang Pakai Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

    Media Indonesia.com - 30 April 2021 19:49 WIB
    37.500 Orang Pakai Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu
    DOK Humas Polda Sumut. Beberapa barang bukti yang ditemukan Polda Sumut berupa alat rapid test antigen bekas di laboratorium Kimia Farma di Kualanamu.



    Medan: Polda Sumatra Utara mengungkap penggunaan alat rapid tes antigen bekas berupa  swab stick/cutton bud di laboratorium Kimia Farma Bandara Kualanamu sudah berlangsung cukup lama. Sebanyak 37.500 orang diduga telah menjalani rapid tes menggunakan swab stick bekas.

    "Penggunaan alat rapid test bekas ini sudah dilakukan sejak 17 Desember 2020," terang Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wibowo, melansir Mediaindonesia.com, Jumat, 30 April 2021.

     



    Terdapat dua laboratorium Kimia Farma di Kota Medan dan sekitarnya, yakni di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang dan di Jalan Kartini, Kota Medan. Namun penggunaan rapid tes antigen bekas terjadi di Bandara Kualanamu.

    Berdasarkan penyelidikan, pihak yang menyuruh menggunakan swab stick bekas ialah PM, Bussiness Manager Kimia Farma Diagnostika di Medan. Setidaknya 37.500 orang menjalani rapid tes antigen di laboratorium tersebut.

    Baca: Pelaku Raup Rp1,8 Miliar dari Alat Rapid Tes Bekas di Bandara Kualanamu

    Angka itu diperoleh dari temuan petugas, bahwa setiap hari terdapat sekitar 250 calon penumpang pesawat yang memeriksakan diri di lab itu. Bila jumlah itu dikalikan dengan jumlah hari selama lima bulan, terdapat 37.500 orang yang sudah menjalani rapid tes antigen di lab Bandara Kualanamu.

    Tak hanya menggunakan alat rapid antigen bekas. Pelaku juga memanipulasi laporan jumlah orang yang diperiksa. Dalam laporannya, dicantumkan rata-rata jumlah yang diperiksa sebanyak 100 orang. Padahal  kenyataannya, rata-rata mencapai 250 orang.

    "Sisanya (biaya tes) sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat PM dari hasil penggunaan alat bekas," imbuhnya.

    Dalam hitungannya, keuntungan yang diperoleh dari hasil manipulasi data dengan penggunaan alat bekas ini mencapai Rp30 juta per hari. PM mengaku uang tersebut digunakannya secara pribadi dan untuk membayar uang lembur karyawan lab Kimia Farma Jalan Kartini.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id