Strategi Muda Mudi Bangkitkan Ekonomi Keluarga di Tengah Pandemi

    Amaluddin - 24 September 2021 13:48 WIB
    Strategi Muda Mudi Bangkitkan Ekonomi Keluarga di Tengah Pandemi
    Pelaku UMKM di Jatim berjuang untuk memulihkan ekonomi keluarga. (Medcom.id/Amal)





    Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengaku terus berupaya untuk memulihkan ekonomi. Mengingat menurunnya perekonomian Jatim, dampak secara nasional. Penyebab lainnya, karena mitra kerja Pemprov Jatim dengan provinsi lainnya juga menurun.

     



    "Ketika daya beli mereka tinggi, pasti akan memberikan signifikansi terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim. Tapi kalau dayabeli mereka rendah, maka juga akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi Jatim," kata Khofifah.

    Adapun beberapa sektor yang mengalami penurunan, yakni pertumbuhan sektor perdagangan Jatim menurun dari 6,29 persen menjadi 6,04 persen tahun ini. Kemudian kontribusi sektor industri pengolahan juga melemah dari 7,55 persen pada 2018 menjadi 6,8 persen tahun ini.

    Sementara kinerja sektor peternakan Jatim terhadap Nasional, salah satunya soal populasi sapi menuju swasembada daging berkontribusi 28 persen terhadap nasional. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jatim juga cukup solid, yakni masih diatas rata-rata nasional 5,04 persen.

    Strategi Muda Mudi Bangkitkan Ekonomi Keluarga di Tengah Pandemi
      Pelaku UMKM di Jatim berjuang untuk memulihkan ekonomi keluarga. (Medcom.id/Amal)

    "Makanya kita terus berupaya meningkatkan kegiatan ekonomi UMKM, karena dari sisi kredit UMKM di Jatim jauh lebih kuat dari korporasi," ujarnya.

    Khofifah menyebutkan, tentang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp190 triliun di tahun 2020 dengan bunga enam persen, yang kemudian akan disalurkan oleh bank yang beroperasi di Jatim. Harapannya, para pelaku UMKM dan wirausaha baru, bisa menyerap dana kredit murah tersebut.

    "Saya yakin sektor UMKM ini yang akan bisa memberikan daya dukung terhadap bangkitnya perekonomian di Jatim," kata Khofifah.

    Tak hanya itu, Khofifah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp454.26 milliar untuk membangkitkan perekonomian pada sektor UMKM. Anggaran ratusan miliar itu diperuntukkan sebagai penguatan kelembagaan, fasilitasi pemasaran, penguatan akses pembiayaan, penguatan produksi restrukturisasi usaha, serta penguatan SDM koperasi usaha kecil dan menengah (KUKM).

    Anggaran itu juga termasuk bantuan dana melalui program dana bergulir (dagulir). Ini merupakan program bantuan pembiayaan kredit lunak, untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, menanggulangi kemiskinan, pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id