Semangat Menyala Pahlawan Langit Biru Memadamkan Karhutla

    Solmi - 17 September 2019 14:14 WIB
    Semangat Menyala Pahlawan Langit Biru Memadamkan Karhutla
    Petugas memadamkan api karhutla di Jambi. Foto: ANT/Wahdi Septiawan
    Jambi: Para pahlawan langit biru bersemangat memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Semangat yang tak pernah padam itu dituturkan seorang personel Manggala Agni di Jambi, Agussalim Sapa'at, 34. 

    Agussalim merupakan personel Manggala Agni KLHK terbaik 2016 yang mengabdi di Daops Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Ayah satu anak ini mulai melawan api sejak 2008. Semua bermula dari kencintaannya terhadap keselamatan lingkungan hidup. 

    Lapar, haus, acungan senjata dan penyanderaan oleh perambah liar dialami pahlawan langit biru. Tapi semangat tetap menyala dan siap bertugas memadamkan api yang menghanguskan kawasan hutan dan lahan. 

    "Saya senang bisa mengabdikan diri untuk negeri ini dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Pekerjaan ini sangat mulia, baik bagi alam lingkungan maupun manusia," ujar Agussalim kepada Media Indonesia, Senin malam, 16 September 2019. 

    Kepala regu di Daops Muarabulian ini mengaku babak belur memadamkan api saat bencana kabut asap akibat karhutla pada 2015 lalu. Dia mengatakan butuh komitmen, sinergitas, dan dukungan banyak pihak untuk memadamkan api karena Manggala Agni tidak bisa bekerja sendiri. 

    "Saya dan kawan-kawan di Manggala Agni akan bahagia tidak ada kabut asap seperti yang kembali melanda saat ini," bebernya. 

    Agussalim masih berstatus honorer sejak 2003 hingga kini. Dia mengaku statusnya tak meredupkan semangat untuk memadamkan api. Dia menilai penderitaan masyarakat akibat kabut asap lebih perih ketimbang status kerjanya. 

    "Pilu rasanya hati melihat anak-anak kecil terbaring di mana-mana karena sesak nafas terpapar kabut asap," ungkapnya. 

    Agussalim menuturkan selama mengabdi, kerap menahan lapar dan haus akibat minim perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Padahal berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan di lokasi kebakaran melawan api. 

    "Kalau cerita di lapangan, tidak ada sukanya. Tetapi kami tidak mau menyebutnya duka atau penderitaan, karena sudah bagian risiko pengabdian," terangnya. 

    Dia mengaku memiliki pengalaman berkesan saat memadamkan api di lahan. Yakni, diacungkan senjata tajam, disandera, dan diintimidasi saat memadamkan kebakaran lahan yang diklaim perambah. 

    Sedangkan untuk perbekalan. Agussalim dan rekannya berusaha mencari apapun yang bisa dimakan, seperti nanas dan umbut kelapa sawit. "Begitu juga soal air minum, sering kami minum air kanal atau genangan yang ada di sekitar lokasi," tambahnya.

    Semangat Menyala Pahlawan Langit Biru Memadamkan Karhutla
    Agussalim Sapa'at, personel Manggala Agni Daops Muarabulian, Jambi. Foto: MI/Solmi

    Para pahlwan langit biru pun tak lepas dari ancaman binatang buas dan berbisa. Agussalim mengaku kerap bertemu jejak binatang buas saat harus mendapatkan sumber air. 

    "Tapi tidak menyurutkan niat kami, karena kami yakin dan percaya bahwa Tuhan akan melindungi, dan kami yakin Sang Datuk Harimau pun tahu bahwa kami ke sana melindungi rumah dan habitatnya," jelasnya.

    Agussalim menerangkan pihaknya bisa terus bekerja dan berjaga tanpa merasa letih saat memadamkan api di lokasi. Berjalan kaki sembari memanggul peratalan pemadaman dirasa tanpa letih, pagi hingga malam. 

    "Seperti kebakaran di Desa Tanjungmarwo, Kecamatan Muaratembesi, baru-baru ini, kami berjibaku memadamkan api semenjak pukul lima sore hingga pukul tujuh pagi. Tidak ada lagi rasa capek, ngantuk atau takut. Target kami bagaimana caranya api bisa padam dan dikendalikan," ungkapnya. 

    Agussalim mengaku mendapat dukungan penuh keluarga, termasuk anaknya yang baru berumur empat tahun. Agussalim bahagia karena anaknya bangga dengan profesi pemadam kebakaran. 

    "Setiap saya tanya jika sudah besar mau menjadi apa, tengan tangkas dia jawab Jadi Pemadam!", kata Agussalim.

    Dia berharap dirinya bersama 30 rekannya di Daops Muarabulian maupun 255 anggota Manggala Agni di Jambi dan Tanah Air lainnya, distatuskan pemerintah menjadi pegawai negeri.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id