Longsor di Cinere Depok Sisakan Trauma Warga

    Octavianus Dwi Sutrisno - 09 Januari 2020 01:16 WIB
    Longsor di Cinere Depok Sisakan Trauma Warga
    ilustrasi Medcom.id
    Depok: Awal tahun 2020 menjadi momentum yang tidak mungkin dilupakan bagi warga Depok, khususnya di wilayah Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Setelah kemeriahan malam pergantian tahun, air banjir datang hingga menyebabkan longsor dan menimpa sebuah rumah yang dihuni satu keluarga.

    Tiga orang penghuni meninggal setelah tertimpa material longsor dan rumah. Mereka tengah tertidur saat itu. Petugas Kepolisian, TNI, warga setempat berdatangan membantu mengevakuasi korban.

    Meskipun insiden tersebut telah berlalu dan kondisi di sekitar lokasi kejadian telah kondusif namun warga masih trauma. Seperti yang diutarakan oleh Suryani, seorang warga yang merupakan tetangga dari korban longsor itu mengatakan hingga kini dia dan keluarganya memilih mengungsi terutama ketika hujan mulai turun.

    "Trauma bisa dibilang, kalau sudah mulai turun hujan saya, suami, dan anak langsung keluar rumah. Kalau tidak berhenti kami menggungsi ke rumah saudara biar badan basah kuyup naik motor kehujanan yang penting aman," Ucap Suryani, Rabu, 8 Januari 2020.

    Ibu rumah tangga ini mengatakan, tetangganya yang berada di belakang tebing sudah terlebih dahulu mengungsi meski tak terdampak longsor. Mereka mengaku ketakutan, menjadi korban sewaktu-waktu terutama ketika terjadi banjir.

    "Setelah kejadian langsung ngontrak meninggalkan rumah takut terjadi longsor susulan," katanya.dae

    Begitu juga dengan korban yang terkena longsor mereka telah mengungsi ke rumah saudaranya di wilayah Ciganjur, Jakarta Selatan. 

    "Waktu kejadian, ada beberapa yang selamat di rumah itu mereka langsung pergi mengungsi," katanya.

    Sementara itu Ruyanto, 48, meminta kepada Pemerintah Kota Depok untuk memugar tebing yang longsor yaitu dengan membuat turap sebagai antisipasi insiden tersebut.

    "Ya kami masih menunggu penanganan dari Pemkot Depok," jelasnya.

    Saat ditanya apakah ada keinginan untuk pindah rumah, Ruyanto mengaku masih tetap bertahan karena dia dan keluarganya sudah lama bermukim dan telah merasa nyaman. 

    "Kalau saya sih maunya tetap di sini, makanya itu saya minta Pemkot segera bangun turap biar saya dan warga di sini juga jadi merasa aman, enggak was-was terus,” pungkasnya.

    Di tempat berbeda, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengimbau warga mewaspadai bahaya banjir yang kemungkinan kembali terjadi, yaitu mengamankan dokumen penting dan barang elektronik dengan menyimpannya di tempat tinggi di luar jangkauan banjir kemudian kemas dalam wadah kedap air.

    "Antisipasi pemadaman listrik, jangan simpan banyak makanan di kulkas siapkan lampu jenis power bank (jangan lilin) dan kompor listrik," terangnya.

    Azis juuga meminta warga mengantisipasi keterbatasan akses di luar rumah, dengan menyediakan hal-hal yang diperlukan seperti, air minum, makanan kering, obat-obatan, korek api, uang tunai, dan lain-lain. 

    Azis memaparkan, tak kalah penting saat terjadi banjir pikirkan rencana tempat mengungsi dengan mempertimbangkan jumlah anggota keluarga, cermati rute dari rumah ke tempat pengungsian juga moda transportasi yang dimiliki.

    "Jangan lupa simpan nomor kontak darurat BNPB, BNPD, Pemadam Kebakaran, Palang Merah, dan lain - lain," pungkasnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id