UN Dihapus, Sistem Evaluasi harus Ada Patokan

    Ahmad Mustaqim - 13 Desember 2019 21:05 WIB
    UN Dihapus, Sistem Evaluasi harus Ada Patokan
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Yogyakarta: Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Pardimin mengatakan rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) harus dipikirkan matang. Menurut dia, harus ada sistem yang jelas sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). 

    "UN dihapus ini kan bukan berarti tidak ada ujian. Bagaimana pun, kalau nganut Sistem Pendidikan Nasional harus satu sistem nasional," kata dia saat dihubungi, Jumat, 13 Desember 2019. 

    Ia mengatakan, UN atau sistem pengganti nanti merupakan medium mengevaluasi hasil belajar siswa. UN yang selama ini dijalankan juga terpusat secara nasional. 

    "UN itu aktualisasi sistem pendidikan, maka penjabarannya harus ada sistem evaluasi. Kalau menghilangkan (sistem nasional) akan tidak sesuai dengan UU Sisdiknas," ujar salah satu pengurus Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa ini. 

    Pardimin mengakui tidak setuju saat UN menjadi tolok ukur kelulusan siswa. Menurut dia, kondisi lingkungan di setiap wilayah di Indonesia tidak bisa diseragamkan. 

    Dengan adanya rencana itu, ia berharap Menteri Nadiem memperbaiki sistem penilaian hasil belajar anak didik di setiap tingkatan. "Tapi sejauh ini saya belum lihat bagaimana gambaran sistem dari mas menteri," kata dia. 

    Ia menyitir bagaimana cerita seorang dosen UST yang pernah mengalami pendidikan di masa Ki Hadjar Dewantara masih hidup. Dalam mendidik siswa, Ki Hadjar membiarkan si anak berkembang sesuai kondrat dan keinginannya.

    Di sisi lain, guru berperan sebagai pembimbing. Meski demikian, lanjutnya, cara evalusi yang Ki Hadjar jalankan tetap mengikuti sistem yang diatur secara nasional. 

    "Intinya, evaluasi hasil belajar siswa itu salah satunya untuk mengetahui bagaimana pemahaman siswa. Setelah itu, bagaimana (guru) menempatkan posisi dari hasil belajar," ungkapnya. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id