Penjual Pigura Presiden dan Wapres Kebanjiran Order

    Patricia Vicka - 22 Oktober 2019 14:01 WIB
    Penjual Pigura Presiden dan Wapres Kebanjiran Order
    Penjual menjajakan pigura dan foto Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jalan Kolombo Sleman, Selasa, 22 Oktober 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka
    Sleman: Para penjual pigura dan foto Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kabupaten Sleman mulai kebanjiran order. Omzet penjualan mereka meningkat usai pelantikan, Minggu, 20 Oktober 2019. Salah seorang penjual pigura, Andy Tannas, 30, mengatakan mulai berjualan foto sehari usai pelantikan.

    "Jualan sejak Senin 21 Oktober. Saya menunggu foto resminya dirilis dulu baru berani menjual," kata Andi di toko pigura miliknya, Jalan Colombo, Yogyakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Andi menjelaskan pigura dan foto dijual satu set yakni foto presiden dan wakil presiden. Ia menjual dalam dua ukuran yaitu A4 dan A3. Satu set pigura dan foto ukuran A4 dibandrol dengan harga Rp120 ribu sepasang. Sementara pigura ukuran A3 Rp220 ribu sepasang. 

    "Saya jualnya harus pigura dan foto keduanya. Sehari bisa terjual puluhan pasang," jelas Andi.

    Walaupun baru dijual kemarin, namun banyak warga yang sudah menanyakan pigura dan foto presiden dan wakil presiden sejak awal Oktober 2019. Namun hingga kini belum ada pesanan pigura rombongan dari instansi atau sekolah.

    Andi juga menjual foto presiden dan wakil presiden di luar dari momen pilpres dan pelantikan. Namun tidak banyak yang membelinya. Ia mengaku pada hari biasa dalam sebulan hanya terjual belasan foto dan pigura.

    "Kalau sekarng saya prediksi sebulan bisa menjual ratusan pasang," beber Andi.

    Penjual pigura dan foto presiden dan wakil presiden lainnya, Stefanus Eko Prasetiyo, 30, mengaku juga kebanjiran order. Ia mulai menjual foto dan pigura presiden dan wakil presiden sejak Minggu, 20 Oktober 2019.

    Eko menjual foto dan pigura dari ukuran 10R hingga 16R. Stefanus menetapkan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp250.000 untuk sepasang foto.

    "Penjualan saya sudah lebih dari 10 pasang," beber Eko.

    Para pembeli kebanyakan berasal dari karyawan swasta ataupun dari para guru sekolah. Ia memprediksi peningkatan penjualan akan dimulai tiga hari usai pelantikan hingga awal November. Namun jika dibandingkan dengan pelantikan presiden lima tahun lalu ia memprediksi penjualan kali ini lebih sedikit.

    "Kalau sekarang banyak yang berhemat. mereka print sendiri. Lalu mengganti foto wakil presiden Jusuf Kalla dengan ma'ruf amin," ungkap Eko.

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan DIY Baskara Aji mengatakan pihaknya sudah mengingatkan sekolah memasang foto presiden dan wakil presiden yang baru dilantik. Imbauan ini ia sampaikan melalui pesan daring di media sosial. Pihaknya pun sudah memasang foto presiden dan wakil presiden serta lambang Garuda di ruangan dinas.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id