Presiden Berharap Kasus Sengketa Lahan Berkurang

    Achmad Zulfikar Fazli - 08 Mei 2017 05:52 WIB
    Presiden Berharap Kasus Sengketa Lahan Berkurang
    Presiden Joko Widodo menyalami masyarakat yang hadir saat kunjungan kerja Lintas Nusantara di Desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan, Minggu (7/5). Dalam kunjungan kerjanya tersebut Presiden Jokowi menyerahkan empat SK Hak Pengelolaan
    medcom.id, Jakarta: Pemerintah terus memberikan sertifikat hak kepemilikan atas tanah kepada masyarakat. Presiden Joko Widodo mencatat ada sekitar 126 juta bidang tanah yang mestinya memiliki sertifikat. Namun, kini baru 46 juta yang memiliki bukti pengakuan.

    "Maka saya perintahkan kepada Pak Menteri Agraria. Dulu setahun hanya keluar sertifikat 400-500 ribu, ini sampai puluhan tahun tidak akan yang namanya rakyat itu pegang sertifikat. Tahun ini saya targetkan 5 juta harus keluar sertifikat. Tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta," kata Presiden di Taman Wisata Labirin BP3T Pelaihari, Tanah Laut, Kalimantan Selatan., Minggu, 7 Mei 2017.

    Target tersebut ditetapkan pemerintah agar mampu mengejar ketertinggalan. Presiden menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada 2.340 penerima di Provinsi Kalimantan Selatan. Presiden menilai saat ini banyak sengketa lahan yang terjadi karena tak ada kepemilikan sertifikat.

    "Kenapa saya paksa seperti itu? Karena yang menyebabkan sengketa di bawah ini ialah karena sertifikat. Ada sengketa antara masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan swasta, masyarakat dengan masyarakat. Karena belum pegang sertifikat," ujar Presiden.

    Presiden mengingatkan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat, untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan dengan baik. Ia meminta masyarakat memanfaatkan sertifikat tersebut untuk kesejahteraan keluarga dengan tetap mengkalkulasi terlebih dahulu.

    "Kalau mau dipakai untuk modal usaha silakan, tapi dihitung betul. Bisa mengembalikan tidak? Bisa mengangsur tidak setiap bulan? Kalau tidak hati-hati, tidak usah. Tapi kalau usaha itu menguntungkan, nyicilnya bisa, silakan masukkan. Sekali lagi, kalau dapat uang dari bank hati-hati," pungkas Presiden.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id