Sebut Jokowi The King of Lip Service, Liga Mahasiswa NasDem Jabar Ajak BEM UI Debat Terbuka

    Roni Kurniawan - 06 Juli 2021 12:51 WIB
    Sebut Jokowi <i>The King of Lip Service</i>, Liga Mahasiswa NasDem Jabar Ajak BEM UI Debat Terbuka
    Diskusi daring LMN Jabar dan LMN Riau. (Istimewa)



    Bandung: Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Jawa Barat mengajak mahasiswa BEM Universitas Indonesia (UI) melakukan debat terbuka terkait unggahan di media sosial "The King of Lip Service" terhadap Presiden Joko Widodo. Hal itu sebagai upaya tukar pikiran terkait isu tersebut antar mahasiswa yang mempunyai berbagai pandangan.

    Hal itu disampaikan dalam agenda diskusi yang dilaksanakan secara daring oleh LMN Jabar bersama dengan LMN Riau pada Senin malam, 5 Juli 2021.

     



    Ketua LMN Riau, Dicky Jordan, mengatakan seluruh mahasiswa di Indonesia memliki hak untuk menyampaikan aspirasi atau kritikan terhadap kepemimpinan Jokowi. Tetapi, kata dia, kritikan tersebut dinilai tidak tepat saat pemerintah dan seluruh elemen tengah berjuang menghadapi pandemi covid-19.

    "Kita sebagai mahasiswa sah-sah saja mengkritik pemerintah karena itu merupakan peran kita sebagai agent of change, namun kita juga harus lebih peka terhadap permasalahan yang saat ini sedang urgent dan dekat dengan kita, yaitu penanganan covid-19 di Indonesia," ujar Dicky melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 6 Juli 2021.

    Baca: Sebutan Jokowi The King of Lip Service Dinilai Sadis

    Menurut Dicky, seharusnya para mahasiwa turut berkontribusi serta mencari inovasi dalam penanganan covid-19. Terlebih saat ini, lanjutnya, kasus covid-19 di Indonesia telah melonjak lebih dari 2,3 juta kasus.

    "Terlebih di DKI Jakarta pun Jawa Barat sedang memasuki masa krisis penyebaran covid-19," sahutnya.

    Sementara itu Ketua LMN Jabar, Aditya Faturohman, mengaku kritikan atau aspirasi yang disampaikan mahasiswa terhadap pemerintah harus dikemas dengan baik dan sopan. Kritikan tersebut, sambung Aditya, tidak hanya sebatas mengukur kinerja yang disertai dengan cibiran, akan terapi ia menegaskan kritikan harus sesuai dengan data yang dimiliki.

    Baca: Ngabalin Sebut Pelabelan Jokowi The King of Lip Service Bukan Kritik

    "Namun haruslah disampaikan dengan cara-cara yang lebih sopan dan harus dilandaskan dengan fakta dan data, jangan hanya nyinyir dan pengen menunjukan eksistensi saja. Di sisi lain kita juga harus bisa menawarkan solusi-solusi dari permasalahan yang ada sehingga kritik yang disampaikan pun lebih elegan," kata Aditya.

    Ia pun mengajak rekan-rekan BEM UI agar bersedia untuk melakukan debat terbuka secara daring terkait dengan isu tersebut. LMN Jabar segera melayangkan surat terhadap BEM UI terkait ajakan debat terbuka agar bisa saling memahami makna dari The King of Lip Service yang ramai di media sosial.

    “Saya kira seperti apa yang disampaikan sebelumnya, bahwa Liga Mahasiswa NasDem Jawa Barat siap mengajak debat secara terbuka dengan rekan-rekan BEM UI, kita siap mengirimkan surat ajakan kepada BEM UI berkaitan dengan hal tersebut," ungkapnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id