Nadiem Sebut Capaian Vaksinasi Tidak Jadi Kriteria PTM

    Ahmad Mustaqim - 14 September 2021 16:13 WIB
    Nadiem Sebut Capaian Vaksinasi Tidak Jadi Kriteria PTM
    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Nadiem Anwar Makarim di perguruan Tamansiswa Yogyakarta, Selasa, 14 September 2021. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim



    Yogyakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Nadiem Anwar Makarim, menyebut vaksinasi untuk pelajar atau anak usia 12 hingga 18 tahun sedang berjalan setelah mendapatkan persetujuan dari segi kesehatan.

    Namun dia mengatakan capaian vaksinasi tak jadi pertimbangan pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

     



    "Vaksinasi itu tidak menjadi kriteria untuk membuka sekolah, tapi vaksinasi guru menjadi kriteria mewajibkan membuka PTM terbatas," kata Nadiem di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 14 September 2021.

    Baca: Pantai Ngurbolat, Surga Kecil di Maluku Tenggara

    Dia mengatakan vaksinasi menjadi ranah Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, termasuk untuk siswa dan tenaga pendidik. Nadiem mencontohkan capaian vaksinasi untuk tenaga pendidik di Yogyakarta sudah tinggi.

    "Jogja sudah sangat cepat vaksinasinya, sebagian besar gurunya sudah vaksin," jelasnya.

    Selain itu, wilayah yang menerapkan PPKM level 1 hingga 3 boleh menggelar PTM tanpa pertimbangan capaian vaksinasi. Meskipun kata dia, sekitar 50 hingga 60% tenaga pendidik sudah divaksin.

    "Tapi ada sekolah yang wajib tatap muka muka; gurunya sudah vaksin lengkap dua dosis," ungkapnya.

    Nadiem menyebut orang tua yang menginginkan anaknya menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap dibolehkan. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, tak ada ketentuan durasi pelaksanaan PTM terbatas di sekolah.

    Sejumlah yang diatur yakni jumlah siswa sebanyak 18 anak per kelas untuk kelompok SD, SMP, dan SMA, serta 5 anak per kelas untuk PAUD.

    Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan jajarannya masih menyiapkan diri untuk PTM. Ia mengatakan tinggal menunggu momentum melaksanakan PTM terbatas di sekolah.

    "Kalau Jogja tak sedikit yang penyelesaian vaksinasi. (Sebelum PTM) yang disiapkan semua harus vaksinasi," kata Sultan.

    Nadiem ikut menari dengan sejumlah murid di perguruan Tamansiswa Yogyakarta sambil mengikuti irama lagu dolanan anak selama tiga menit saat berkunjung di Pendopo Agung Tamansiswa.

    Bagi Nadiem, kegiatan yang dilakukan murid-murid di Tamansiswa menjadi bagian dari program Merdeka Belajar. Ia mengatakan pembelajaran di Tamansiswa terlihat menyenangkan.

    "Pembelajaran di Tamansiswa lebih menyenangkan, banyak mengerjakan project-project, lebih banyak pilihan buat siswa. Banyak aktivitas kreatif dan kolaboratif," kata Nadiem.

    Dia menegaskan program merdeka belajar dijalankan tidak terlalu rumit. Menurut dia, merdeka belajar menekankan sekolah lebih menyenangkan dan relevan demi masa depan anak.

    "Ujung-ujungnya seperti filsafatnya Tamansiswa. Merdeka belajar diambil dari filosofi Ki Hadjar Dewantara," ungkapnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id