Antisipasi Wabah Antraks, Pemkab Trenggalek Melarang Perdagangan Sapi dari Tulungaggung

    Antara - 10 Juni 2021 17:38 WIB
    Antisipasi Wabah Antraks, Pemkab Trenggalek Melarang Perdagangan Sapi dari Tulungaggung
    Ilustrasi - Pedagang menyeret ternak sapi dagangannya di Pasar Hewan Beji, Tulungagung (Ist)



    Trenggalek: Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengeluarkan kebijakan proteksi wilayah dengan melarang warganya, baik pedagang sapi maupun peternak, untuk berjualan dan membeli sapi dari Kabupaten Tulungagung. Hal ini terkait ditemukannya kasus antraks di area itu. 

    "Kami sudah sampaikan kepada para pedagang sapi maupun peternak, terutama yang berada di Kecamatan Bendungan, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung di wilayah Pagerwojo, lokasi temuan kasus antraks," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Didik Susanto di Trenggalek, Kamis, 10 Juni 2021. 

     



    Sosialisasi intens dilakukan di desa-desa yang berdekatan dengan perbatasan Tulungagung jalur selingkar wilis tersebut. Terutama di wilayah Desa Dompyong dan Depok yang secara geografis paling dekat dengan Desa Sidomulyo Tulungagung, daerah yang teridentifikasi kasus antraks.

    Kecamatan Bendungan memang menjadi perhatian khusus Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek. Sebab, daerah ini memang berbatasan langsung dengan wilayah Pagerwojo, Tulungagung.

    Selain sosialisasi, petugas kesehatan hewan saat ini intens melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan hewan dari kandang ke kandang warga, khususnya di wilayah Kecamatan Bendungan.

    Didik mengaku, sebelum adanya temuan antraks tersebut, para peternak maupun pedagang sapi di dua wilayah tersebut sering berinteraksi dan melakukan penjualan hewan ternak.

    Saat ini, peternakan di Kabupaten Trenggalek dinyatakan aman dari risiko penyakit, terutama antraks. Daerah ini sempat dikabarkan teridentifikasi kasus antraks pada ternak warga di wilayah Kecamatan Tugu.

    Baca: Dua Korban Luka Ledakan Pabrik di Gresik Dirujuk ke Surabaya

    Namun resume pemantauan lapangan yang sempat dipublikasikan pihak Dinas Peternakan Trenggalek saat itu, kemudian dianulir oleh Bupati Trenggalek periode 2015-2020, Emil Elestianto Dardak, yang bersikeras bahwa hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta tersebut bukanlah bakteri antraks yang selama ini dikhawatirkan.

    Sebelumnya kasus kematian sapi dan kambing terjadi secara beruntun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan jumlah sapi yang mati mencapai 26 ekor dan 3 ekor kambing.

    Pada kasus kematian sapi terakhir, petugas Kementerian Petanian serta Balai Besar Veteriner turun langsung dan melakukan pengujian laboratorium. Hasilnya, para hewan tersebut dipastikan positif terpapar antraks. Sementara, pemeriksaan 44 ekor sapi hidup dinyatakan aman dan sehat.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id