RS di Kota Bogor Diminta Tambah Bed Pasien Covid-19

    Antara - 22 Juni 2021 07:24 WIB
    RS di Kota Bogor Diminta Tambah <i>Bed</i> Pasien Covid-19
    Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan raoat koordinasi dengan pimpinan rumah sakit se-Kota Bogor (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)



    Bogor: Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya, meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien positif covid-19 menaikkan jumlah tempat tidur (bed) di atas 30 persen dari total bed yang ada. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif covid-19 di Kota Bogor.

    "Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35 persen. Kemudian, menyiapkan tempat isolasi," kata Bima yang juga Wali Kota Bogor, Jawa Barar, Selasa, 22 Juni 2021 .

     



    Menurut Bima, angka covid-19 di Kota Bogor saat ini mengalami lonjakan yang signifikan. Sehingga memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak untuk menekannya.

    Baca: Kerumunan di Pusat Kuliner Tangerang Dibubarkan

    "Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit diimbau untuk menyampaikan laporan secara realtime," terangnya.

    Bima menjelaskan, dampak dari melonjaknya kasus positif covid-19 yakni tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk pasien positif covid-19 di rumah sakit juga meningkat. Dari 829 tempat tidur untuk pasien covid-19 di 21 rumah sakit rujukan di Kota Bogor, saat ini terisi 643 pasien covid-19 atau 77,6 persen.

    "Padahal, pada dua pekan lalu, BOR pasien covid-19 di Kota Bogor kurang dari 20 persen," katanya.

    Baca: Covid-19 Mengganas, DKI Peringati HUT Ke-494 Secara Virtual

    Dia menerangkan, jika tidak dilakukan penambahan tempat tidur untuk pasien covid-19, maka pada dua pekan ke depan akan penuh. Pemerintah Kota Bogor saat ini memanfaatkan Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi Kabupaten Bogor sebagai Pusat Isolasi covid-19 yakni tempat perawatan pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG.

    Di Gedung Pusdiklat BPKP saat ini tersedia 100 tempat tidur untuk perawatan pasien OTG dari kapasitas 120 tempat tidur. Ruangan lainnya dimanfaatkan untuk ruang dokter dan perawat, ruangan obat, unit gawat darurat (UGD) dan ruang tindakan.

    Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan pusat isolasi untuk pasien OTG di tempat lainnya. Sehingga pasien covid-19 dengan gejala sedang dan berat difokuskan dirawat di rumah sakit.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id