comscore

BMKG Petakan Daerah Rawan Tsunami dan Gempa di Sikka

Antara - 14 Juni 2022 17:30 WIB
BMKG Petakan Daerah Rawan Tsunami dan Gempa di Sikka
ilustrasi/Medcom.id
Sikka: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang melakukan survei penyusunan peta rawan tsunami dan mikrozonasi di Kabupaten Sikka.

"Survei penyusunan peta bahaya tsunami adalah serangkaian proses pemodelan skenario terburuk apabila terjadi gempa bumi yang mengakibatkan tsunami, yang menggambarkan ketinggian dan waktu tiba gelombang tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono, Selasa, 14 Juni 2022.
Survei itu dilanjutkan dengan mikrozonasi gempa bumi. Survei dilakukan dengan menggunakan alat digital portable seismograph TDS untuk memetakan wilayah yang rawan goncangan apabila terjadi gempa bumi.

Pada survei peta bahaya tsunami, proses pemodelan dilanjutkan dengan verifikasi data tutupan lahan dan koordinat. Sedangkan proses survei mikrozonasi gempa bumi dilakukan dengan mendesain survei.

Kemudian, survei primer secara langsung dengan durasi satu titik perekaman alat 20 menit di lapangan. Setelah survei itu selesai, dilanjutkan dengan analisis data dan pemetaan.

Baca: Penerbangan di Bandara Lombok Menuju Bima Ditunda Akibat Banjir Rob

Margiono mengatakan tujuan survei itu untuk melakukan pemetaan dan sosialisasi peta bahaya tsunami di seluruh wilayah NTT, termasuk koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, akademisi, media, dan masyarakat. Sinergi itu guna mencegah terjadinya kerugian sosial, ekonomi dan korban jiwa apabila terjadi gempa bumi serta tsunami.

"Juga untuk menguatkan kapasitas dan kapabilitas pemerintah daerah, pihak terkait dan masyarakat dalam kesiapan untuk mencegah kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa," ucapnya.

Dalam kegiatan survei itu, ada tiga jenis peta yang dihasilkan. Pertama, peta bahaya tsunami dengan skenario terburuk yang menggambarkan zona aman dari ancaman apabila terjadi tsunami.

Berikutnya, ada Peta vs30, yakni peta kecepatan gelombang geser yang menggambarkan tingkat goncangan apabila terjadi gempa bumi. Ketiga, peta periode dominan tanah, yakni peta yang menggambarkan karakteristik tanah dalam periode frekuensi sebagai salah satu acuan pembangunan rumah tahan gempa dan rencana tata ruang wilayah.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id