comscore

Kapolri Minta Taruna Taruni Akpol Terus Mengembangkan Diri

Deny Irwanto - 02 Juli 2022 19:28 WIB
Kapolri Minta Taruna Taruni Akpol Terus Mengembangkan Diri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat penutupan pendidikan taruna Akpol angkatan ke-53 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Juli 2022. Dokumentasi/ istimewa
Semarang: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para taruna-taruni akademi kepolisian (Akpol) mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Sigit berharap calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok ataupun lainnya.

"Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia, namun di sisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan berdampak terhadap situasi kamtibmas," kata Sigit saat menutup pendidikan taruna Akpol angkatan ke-53 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Juli 2022.
 
Baca: Kapolri Sebut Perjuangan Pahlawan Penyemangat Wujudkan Indonesia Emas

Sigit meminta para taruna dan taruni terus mengembangkan potensi diri melalui Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Pasalnya hal itu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu.
"Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang," jelas Sigit.
 
Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Di dalamnya ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa merubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen.

"Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box," ungkap Sigit.

Sigit mengungkapkan ada target capaian yang harus dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, sehingga terlepas dari middle income trap.

"Ini adalah program kebijakan pemerintah dari hulu sampai hilir. Dan saya harapkan adik-adik belajar memahami hal-hal bersifat makro dan mikro," ujar Sigit.

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id