comscore

Polda Banten Temukan Fakta SP3 Kasus Pemerkosaan Gadis Difabel Prematur

Hendrik Simorangkir - 26 Januari 2022 13:46 WIB
Polda Banten Temukan Fakta SP3 Kasus Pemerkosaan Gadis Difabel Prematur
Ilustrasi Medcom.id
Tangerang: Polda Banten melakukan gelar perkara penanganan kasus pemerkosaan gadis difabel yang dilakukan Polres Serang Kota. Salah satu temuan signifikan yakni penghentian penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Serang Kota terlalu dini atau prematur.

Kasus pemerkosaan terhadap gadis difabel yang dilakukan paman dan tetangganya itu terjadi di Kota Serang, Banten. Sebelumnya, kasus ini sempat dihentikan penyidik Polres Serang Kota sehingga menjadi sorotan publik.
"Ada permohonan pencabutan laporan polisi sebagai salah satu syarat restorative justice, namun penghentian penyidikan tidak seharusnya dilakukan oleh penyidik, melainkan tetap melanjutkan perkaranya hingga dapat disidangkan ke pengadilan," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga, Rabu, 26 Januari 2022.

Menurut Shinto penghentian penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Serang Kota terlalu prematur dan tidak sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

"Polda Banten sejak Jumat (21 Januari 2022) telah melakukan pemeriksaan dan audit penyidikan perkara pemerkosaan gadis difabel, sesuai hasil diskusi dengan Komisioner Kompolnas, Poengki Indarti, juga mendengarkan masukan dari beberapa pihak," jelasnya.

Baca: Laporan Dicabut usai Musyawarah, Pemerkosa Gadis Difabel Dibebaskan

Shinto menuturkan guna memenuhi rasa keadilan, maka tim pemeriksa telah merekomendasikan agar Polres Serang Kota melakukan gelar perkara khusus terkait keluarnya SP3 atau penghentian penyidikan atas perkara tersebut. 

"Gelar perkara khusus merupakan tindak lanjut pengawasan Polda Banten terhadap penghentian penyidikan yang dilakukan oleh Polres Serang Kota, dan ini sesuai dengan Perpol Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif," katanya.

Shinto menambahkan, Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto menaruh perhatian besar terhadap pendapat para tokoh dan dinamika informasi di media terkait penanganan perkara pemerkosaan gadis difabel ini dan memonitor langsung pelaksanaan pemeriksaan dan audit penyidikan yang dilakukan Polda Banten.

"Kapolda Banten menginstruksikan kepada tim pemeriksa dan tim audit penyidikan untuk memprioritaskan rasa adil bagi korban dengan mendengarkan masukan dari banyak pihak," katanya.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Serang Kota telah menerbitkan SP3 dengan alasan telah ditempuh restorative justice dalam perkara ini. Adanya pencabutan laporan dan perdamaian dari kedua belah pihak.

Saat ini, korban Y tengah mengandung usia enam bulan. Bahkan, Y juga telah dinikahkan dengan salah satu tersangka pemerkosanya, yakni SN.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id