Polisi Lacak Jejak Balita Tewas di Day Care Samarinda

    Antara - 19 Februari 2020 08:32 WIB
    Polisi Lacak Jejak Balita Tewas di Day Care Samarinda
    Polresta Samarinda menurunkan anjing pelacak dari Polda Kalimantan Timur di PAUD Jannatul Athfaal, Jalan A.W. Sjahranie Samarinda Ulu, Selasa, 18 Februari 2020. ANTARA/Arumanto
    Samarinda: Polresta Samarinda menurunkan anjing pelacak dari Polda Kalimantan Timur di PAUD Jannatul Athfaal, Jalan A.W. Sjahranie Samarinda Ulu. Lokasi tersebut adalah tempat penitipan balita berinisial AYG yang ditemukan tewas tanpa kepala di salah satu anak sungai di Samarinda.

    Anjing jenis german shepherd yang diberi nama Tappy tersebut diturunkan guna memastikan kematian AYG setelah pada hari yang sama jenazah balita tersebut diautopsi.

    "Tappy dibiarkan mengendus barang bukti sepatu yang digunakan terakhir oleh korban sebelum hilang," kata pelatih anjing, Briptu Kornelius, di lokasi, Selasa malam, 18 Februari 2020.

    Kornelius menjelaskan setelah mengenal bau dari target yang harus dicarinya, Tappy kemudian perlahan berjalan mengendus menyusuri arah yang membawanya ke luar lingkungan PAUD.

    Tanpa diarahkan, Tappy terus mengendus ke arah parit sejauh kurang lebih 500 meter hingga keluar Jalan A.W. Syahranie. Guna memastikannya polisi melakukan adegan ini hingga dua kali. 
    Kegiatan ini disaksikan Bambang Sulistyo (ayah AYG), tim kuasa hukumnya, serta pihak yayasan PAUD. "Hasilnya sama. Anjing terus mengendus ke arah parit dan menyusurinya," jelas Kornelius.

    Kornelius menjelaskan jika dugaan kematian AYG menguat pada indikasi penculikan, anjing terlatih milik kepolisian ini akan menjurus ke arah jalan umum. Namun pada kenyataannya, Tappy justru terus mengarah ke saluran air (drainase).

    Untuk tingkat keakuratan penciuman Tappy, Kornelius meyakini pengendusan anjing peliharaannya ini sudah terbukti dalam beberapa kasus. "Selalu akurat ketika kami menangani kasus pencurian hingga orang hilang," ungkap Kornelius.

    Saat mengendus, Tappy tidak sama sekali menjurus ke arah ruangan PAUD, tetapi terus ke arah luar bangunan tersebut.

    Ia menjelaskan bahwa sistem pelacakan yang dimiliki Tappy berdasarkan aktivitas terakhir dari orang yang dicarinya. Hal ini mengindikasikan kalau aktivitas terakhir AYG berada di bagian luar PAUD.

    "Anjing mencium berdasarkan tolok ukur barang bukti," kata Kornelius.

    Sementara Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Muhammad Aldy Harjasatya, mengatakan bahwa pelacakan ini dalam rangka memberi petunjuk untuk memastikan penyebab kematian balita tersebut.

    "Sudah kita saksikan bersama, anjing selalu mengarah ke parit," kata Aldy.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id