Mendagri Puji Command Center Covid-19 Gubernur Banten

    Hendrik Simorangkir - 19 Maret 2020 21:36 WIB
    Mendagri Puji <i>Command Center</i> Covid-19 Gubernur Banten
    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Medcom.id/Theofilus Ifan.
    Tangerang: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi langkah Gubernur Banten, Wahidin Halim, menghadapi virus korona (covid-19). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi dan mitigasi warga terpapar Covid 19.

    "Pak Gubernur sudah membentuk command center covid-19. Koordinasi dengan kabupaten dan kota juga cukup baik," ujarnya usai rapat koordinasi penanganan wabah virus korona di Pendopo Gubernur Banten KP3B Curug Kota Serang, Kamis, 19 Maret 2020.

    Baca: Banten Gelontorkan Rp10 Miliar Tangani Korona

    Tito mengaku mendatangi Bumi Jawara karena berdekatan dengan Jakarta. Banten juga memiliki 11 juta penduduk yang beraktivitas di Ibu Kota.

    "Kita datang dan berdiskusi langkah yang diambil bupati dan walikota sekaligus juga hambatan dan usulan program," kata Tito.

    Menurut dia, covid-19 memasuki fase penularan dan persebarannya mengalami grafik eksponensial atau pertumbuhan cepat. Pemerintah diminta mengedukasi masyarakat berdasarkan hasil pengalaman pemerintah Tiongkok yang telah dibukukan. Langkah-langkah untuk membuat kebijakan social distance dan meniadakan kerumuan karena menunjang penularan.

    "Termasuk menggunakan jaringan Polda dan Korem. Upaya mitigasi, mempersiapkan sarana prasarana rumah sakit, laboratorium dan lain-lain agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan perawatan jika positif. Juga perawatan jika terjadi peningkatan pasien positif," ungkapnya.

    Menurut Tito penanganan virus korona perlu langkah-langkah yang memperhatikan dimensi kesehatan dan dimensi ekonomi. Karena langkah dan kebijakan yang diambil bisa berpengaruh pada dunia usaha, sehingga perlu menjaga kestabilan ekonomi. 

    "Tetap menghidupkan usaha. Banten banyak pabrik yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Termasuk pada usaha menengah, dan UMKM sehingga mereka masih tetap berjalan usahanya," kata dia.

    Tito menambahkan pihaknya telah mengeluarkan peraturan tentang realokasi anggaran daerah. Peraturan itu bisa menjadi dasar hukum merealokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mitigasi covid-19, memberikan bantuan rakyat ekonomi lemah, serta memberikan bantuan ke pengusaha.

    "Realokasi cukup diberitahukan ke DPRD, tidak perlu dirapatkan. Prinsipnya kita upayakan membendung penyebaran, memperkuat daya tahan tubuh masing masing, dan mempertahankan perekonomian," kata Tito.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id