Polindes dan Poskesdes Sidoarjo Diusulkan untuk Tempat Penanganan Covid-19

    Syaikhul Hadi - 01 April 2020 12:38 WIB
    Polindes dan Poskesdes Sidoarjo Diusulkan untuk Tempat Penanganan Covid-19
    Plt. Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin bersama Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Syaf Satriawarman saat mengecek tempat alternatif untuk penanganan covid-19. MEdcom.id/Syaikhul Hadi
    Sidoarjo: Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Sidoarjo, JawaTimur, diusulkan bisa digunakan untuk membantu penanganan pasien virus korona (covid-19). Sedikitnya, 195 unit Poskesdes dan 120 Polindes di Kabupaten Sidoarjo layak untuk fasilitas pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19.

    "Tim kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas Polindes serta Poskesdes, agar dapat dioptimalkan untuk tanggap covid-19," ujar Koordinator Tim Pendamping Profesional Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (TPP-P3MD) Kabupaten Sidoarjo, Ulul Azmi, Rabu, 1 April 2020. 

    Dia menerangkan TPP-P3MD kabupaten Sidoarjo mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan penanganan penyebaran virus covid-19 di kabupaten Sidoarjo. Mengingat Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai (PKT).

    "TPP-P3MD Sidoarjo sedang melakukan upaya untuk membantu pencegahan covid-19 dilevel desa sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pendamping desa," jelasnya. 

    Baca: Kabupaten Sidoarjo Zona Merah Virus Korona

    Pihaknya mendorong pemerintah segera merealisasikan anggaran tanggap bencana pada Bidang 5 Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) di 322 desa di Sidoarjo. Sehingga anggaran itu bisa digunakan untuk membantu penanganan covid-19 di Sidoarjo.  
     
    "Wabah covid-19 ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa terutama para pedagang kecil ditingkat desa. Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, maka harus segera diatasi penyebarannya. Sehingga perekonomian di tingkat desa bisa segera membaik," pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawan mengaku jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 terus bertambah. Meningkatnya jumlah pasien PDP membuat beberapa pasien terpaksa isolasi mandiri. 

    "Rata-rata tiap rumah sakit rujukan hanya mampu menampung enam pasien. Selebihnya dilakukan isolasi mandiri bagi pasien PDP dengan kondisi kesehatan yang masih baik," ujar  Satriawarman. 

    Hingga kini, pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 berjumlah 52 orang, sedangkan orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 178 orang.

    Kemudian, pasien positif covod-19  berjumlah 10 orang. Dari jumlah tersebut, mereka dirujuk di lima RS rujukan Sidoarjo. Di antaranya, RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar, RS. Mitra Keluarga, RS. Khadijah dan RS. Anwar Medika.

    "Untuk pasien PDP yang kondisinya rentan masih dirawat di rumah sakit rujukan. Termasuk 10 pasien yang positif masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan," tambahnya. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id