New Normal Menggema, Jemaah Calon Haji Mengurut Dada

    Meilikhah - 06 Juni 2020 08:30 WIB
    New Normal Menggema, Jemaah Calon Haji Mengurut Dada
    Masjid Pusdai Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, membatasi jumlah jemaah salat jumat. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)
    Jakarta: Rampung pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tatanan kehidupan baru atau disebut new normal digagas pemerintah pusat untuk menghadapi pandemi covid-19. Pemerintah daerah pun turut ambil bagian dalam penerapan new normal demi mengembalikan kehidupan masyarakat.

    Di Jawa Barat misalnya, Gubernur Ridwan Kamil langsung menerbitkan regulasi penerapan PSBB proporsional sebagai persiapan menuju new normal. Ketentuan ini diatur dalam Pergub Nomor 46 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Daerah Kabupaten/Kota sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Selengkapnya, di sini.

    Tak seperti Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih menegakkan disiplin protokol kesehatan kepada wargannya. Menurut dia, new normal akan diterapkan bila setiap institusi, lembaga, tempat ibadah, sekolah dan tempat publik di Jateng benar-benar sudah menyiapkan diri dengan protokol kesehatan. 

    "Jangan gegabah. Lebih baik terus menyiapkan masyarakat Jateng agar benar-benar siap tentang kewajiban penerapan normal baru itu. Saya lebih suka kita menyiapkan dengan baik agar clear betul," kata Ganjar di Semarang, Selasa, 2 Juni 2020. Selengkapnya, di sini.

    Lain di Jawa, lain pula di Sulawesi. Kabupaten Gorontalo Utara bahkan telah memulai new normal dengan melakukan simulasi. Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, menyiapkan enam sektor dalam pelaksanaan simulasi tersebut. Yaitu pasar tradisional, pasar modern seperti miniswalayan dan swalayan, sekolah, restoran, pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan tempat wisata.

    Baca juga: Malioboro Bergeliat Kembali

    "Enam sektor tersebut kita labeli covid-19, dalam rangka mempertegas penyiapan penerapan normal baru," ungkapnya, melansir Antara, Jumat, 5 Juni 2020. Selengkapnya, di sini.

    Termasuk di Papua, pelayanan jalur transportasi laut dan udara mulai kembali dibuka pada 8 dan 10 Juni 2020, sebagai bagian dari penerapan kenormalan baru. 

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw, mengatakan, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan baik lewat jalur laut maupun udara, selama pemberlakuan new normal. Selengkapnya, di sini.

    Tak seperti di Indonesia, upaya membalikkan kehidupan ke tatanan normal mungkin cukup berat dilakukan oleh negara lain. Salah satunya Arab Saudi.

    Alih-alih menerapkan dan memperketat protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19, Arab Saudi semakin menutup rapat pintu bagi orang luar. Kementerian Agama pun akhirnya memutuskan menunda pemberangkatan jemaah calon haji tahun ini.

    Baca juga: Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa di Maluku Utara

    Imbasnya, puluhan bahkan ratusan ribu calon tamu Allah se-Tanah Air, dilanda kesedihan. Terlebih terhadap mereka yang telah uzur bahkan yang berkali-kali digantung pemberangkatannya karena satu dan lain hal.

    Seperti yang dialami Nurfasan, 90, calon haji asal Kampung Kadu Agung RT01 RW01, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kesedihannya terungkap di sini.

    Sebagai kompensasi atas pembatalan keberangkatan, pemerintah pun mempersilakan para calon haji menarik kembali setoran lunas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) jika memang ingin. Pemerintah daerah bahkan menjamin pengembalian penuh dan kemudahan bagi para jemaah.

    Namun agaknya, tekad berangkat ke Tanah Suci telah bulat. Mayoritas jemaah calon haji memilih tetap menyimpan setoran BPIH itu ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Selengkapnya di sini.

    Kabar baiknya, rencana penerapan kenormalan baru sudah mulai dinikmati oleh masyarakat di berbagai belahan Nusantara. Khususnya umat muslim.

    Masyarakat yang merindukan suasana masjid, sudah bisa salat jumat berjemaah kendati harus melonggarkan saf, menggunakan masker, dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Selengkapnya, di sini.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id