Anak Buah John Kei Todongkan Samurai dan Tabrak Gerbang Klaster

    Hendrik Simorangkir - 24 Juni 2020 20:14 WIB
    Anak Buah John Kei Todongkan Samurai dan Tabrak Gerbang Klaster
    Pra rekonstruksi penyerangan rumah Nus Kei di Green Lake City Cipondoh Tangerang. Medcom.id/Hendirk S
    Tangerang: Polda Metro Jaya menggelar pra-rekonstruksi penyerangan anak buah John Kei ke kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang, Banten. Sebanyak 11 dari 43 adegan digelar di lokasi tersebut.

    "Adegan yang digelar di sini semuanya terkait perusakan rumah milik Nus Kei," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang, Rabu, 24 Juni 2020.

    Yusri menuturkan dalam adegan bermula saat anak buah John Kei masuk dengan menodongkan samurai ke sekuriti perumahan (klaster). Sebanyak lima rombongan mobil masuk ke perumahan tersebut. Satu mobil kemudian parkir di jalur keluar dan satu mobil lainnya menunggu mengamankan di luar pintu masuk.

    "Tiga mobil lainnya yang bertugas melakukan penyerangan ke rumah Nus Kei. Di adegan 25, seluruh tersangka yang ada di dalam mobil turun menuju rumah dan satu tersangka sempat melempar barbel untuk memecahkan kaca jendela," ungkapnya.

    Baca: Nus Kei Memohon agar John Kei Tak Memperpanjang Masalah

    Anak buah John Kei yang menumpangi tiga mobil tersebut lalu mencoba masuk ke rumah Nus Kei dengan cara mendobrak pintu dan merusak barang dalam isi rumah. Namun, anak buah John Kei tidak berhasil menemukan keberadaan Nus Kei dan berinisiatif untuk pergi dari rumah tersebut.

    "Saat itu di adegan 26 petugas sekuriti mencoba menghalangi dengan menutup pintu gerbang (klaster). Namun mobil Toyota Fortuner melaju dengan kencang dan mendobrak pintu gerbang besi hingga menyebabkan seorang petugas sekuriti cedera," jelasnya. 

    Yusri menambahkan. ada satu adegan yang dihapus setelah kaburnya para tersangka perusakan tersebut yakni penembakan senjata api. Ia menambahkan adegan tersebut tidak dilakukan karena baik jenis proyektil dan senjata api masih dalam penyelidikan.

    "Iya karena ini masih dalam penyelidikan. Masih diteruskan ke labfor (laboratorium forensik)," imbuhnya.

    Baca: Takut Serangan Balasan, Anak Buah John Kei Menyerahkan Diri

    Sebelumnya, John Kei bersama anak buahnya melakukan aksi kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, dan Green Lake City, Tangerang pada Minggu siang, 21 Juni 2020. John Kei dan 29 anak buahnya diringkus setelah aksi tersebut.
     
    Anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas akibat kena bacok dan satu anak buah lainnya, Angky mengalami putus pada empat jari tangan kanan akibat penyerangan yang dilakukan John Kei serta puluhan anak buahnya itu. Seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, juga terluka akibat tertabrak dan pengemudi ojek online, Andreansah, kena tembak pada bagian jempol kaki kanan.
     
    Polisi telah menyita sejumlah barang bukti antara lain, 28 tombak, 24 senjata tajam, tiga ketapel panah, dua stik baseball, 17 ponsel, dan sebuah decoder hikvision.
     
    John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam dihukum mati.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id