PSBB Tangerang Raya Diperpanjang dengan Kelonggaran

    Hendrik Simorangkir - 28 Juni 2020 19:18 WIB
    PSBB Tangerang Raya Diperpanjang dengan Kelonggaran
    Ilustrasi. Medcom.id
    Tangerang: Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah Tangerang Raya diperpanjang hingga 12 Juli 2020. PSBB diperpanjang dengan berbagai catatan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakat. 

    "PSBB diperpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 28 Juni 2020. 

    Wahidin menjelaskan, untuk keluhan sosial kemasyarakatan dilakukan konsolidasi dan koordinasi untuk lebih terperinci dikoordinir oleh organisasi perangkat daerah (OPD).  Termasuk di antaranya soal persiapan menghadapi salat Iduladha serta potong hewan qurban. 

    "Hal-hal seperti ini akan secara rinci dimasukkan dalam Pergub (Peraturan Gubernur) yang akan ditetapkan segera," imbuhnya.

    Wahidin menuturkan, berdasarkan pantauannya di pasar modern relatif patuh pada protokol kesehatan. Tapi sebaliknya, pasar tradisional, persoalan memang social distancing dan juga fasilitas cuci tangan yang belum merata.

    "Ada tapi tidak merata atau ada tapi tidak tersosialisasi dengan baik. Jadi pasar tradisional ini, relatif perlu perhatian khusus," jelasnya.

    Baca: PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Lagi hingga 12 Juli

    Wahidin menuturkan informasi aktual pelaksanaan PSBB dari bupati dan wali kota menjadi bahan baginya dalam menetapkan langkah dan kebijakan ke depan. Ia mengapresiasi kepala daerah di wilayahnya, jika selama ini perekonomian masih berjalan dengan stabil.

    "Kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang. Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan," terangnya.

    Namun lanjutnya, di lain pihak ada aktivitas-aktivitas masyarakat yang menjadikannya senang dan merasa bangga dengan sosialisasi dan terbiasa dengan melaksanakan protokol kesehatan. 

    "Misalnya masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker kemana mana. Di jalan, di toko, dan sebagainya," ungkapnya

    Namun, Wahidin mengakui memang masih ada aktivitas masyarakat meskipun pakai masker namun tidak social distancing. Tapi yang menggembirakan, kata Wahidin, walau fluktuatif dari hasil rapid test secara massal maupun dalam jumlah tertentu, persentase yang reaktif sangat kecil. 

    "Jadi memang, upaya pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga di dalamnya upaya pemerintah baik kota/ kabupaten yang ada di Provinsi Banten telah berusaha keras dalam menyediakan fasilitas untuk penanggulangan pandemi ini. Sehingga bisa memberikan dampak yang positif di masyarakat. Bahwa yang sakit dibanding yang sembuh, relatif di atas 40 persen," jelasnya.

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji, menjelaskan data terkini sebaran covid-19 di Provonsi Banten pada Sabtu, 27 Juni 2020, kasus positif sebesar 1.275 dengan angka kesembuhan mencapai 866 sekitar 67,93 persen.

    "Untuk saat ini angka positifity rate covid-19 di Kabupaten Tangerang sendiri yang sebelumnya 14 hari yang lalu mencapai 9 persen, untuk saat ini data menunjukan penurunan yaitu diangka 6 persen," kata Ati.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id